Jakarta – Supriyo, seorang pengemudi taksi online Xanh SM asal Vietnam, berbagi kisahnya meraup keuntungan hingga Rp500 ribu per hari. Angka ini belum termasuk gaji tetap yang ditawarkan perusahaan, seperti yang diungkapkan oleh mitra pengemudi lainnya, Dede Irawan.
"Penghasilannya lebih banyak dibanding aplikasi lain," ungkap Supriyo kepada Lahatsatu, Rabu (18/12). Pada Selasa (17/12) saja, ia berhasil mengumpulkan Rp550 ribu. Keberhasilan ini berkat sistem bagi hasil Xanh SM yang berbeda dari kompetitor seperti Grab atau Gojek.

Sistem bagi hasil Xanh SM menerapkan potongan 45% untuk order pertama. Namun, jika pendapatan harian melebihi Rp500 ribu, pembagian hasil akan disesuaikan setelah menyelesaikan seluruh order. Supriyo mencontohkan, dalam periode uji coba pekan lalu, ia pernah mendapatkan Rp1 juta dari sekitar 10 order. Setelah dipotong, ia membawa pulang Rp550 ribu.
Selain pendapatan dari mengantar penumpang, Xanh SM juga menawarkan komisi tambahan bagi pengemudi yang berhasil menjual mobil listrik Vinfast VF e34 produksi perusahaan. Besaran komisi tersebut belum diungkapkan Supriyo. Mobil tersebut dibanderol Rp315 juta (termasuk baterai) atau bisa disewa baterainya dengan biaya Rp1,5 juta hingga Rp2,6 juta per bulan. Baterai ini memiliki daya jelajah hingga 3.000 km.
Meskipun situs resmi Xanh SM menyebutkan adanya gaji tetap untuk mitra pengemudi, Supriyo mengaku tidak mengetahuinya. Berbeda dengan Dede Irawan yang menyatakan menerima gaji tetap dan merasa penghasilannya di Xanh SM lebih tinggi daripada saat menjadi pengemudi Blue Bird.
Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran pengemudi Xanh SM masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.




