Air New Zealand Pangkas Ribuan Penerbangan Akibat Gejolak Timur Tengah

Jakarta – Air New Zealand, maskapai penerbangan nasional Selandia Baru, mengumumkan langkah berat dengan memangkas sekitar 1.100 jadwal penerbangan, setara dengan 5% dari total layanannya.

Agus sujarwo

Air New Zealand Pangkas Ribuan Penerbangan Akibat Gejolak Timur Tengah

Jakarta – Air New Zealand, maskapai penerbangan nasional Selandia Baru, mengumumkan langkah berat dengan memangkas sekitar 1.100 jadwal penerbangan, setara dengan 5% dari total layanannya. Kebijakan ini akan berlaku hingga awal Mei 2026. Alasan utama di balik pemangkasan ini adalah melonjaknya harga bahan bakar avtur yang dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut CEO Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, pengurangan frekuensi penerbangan ini akan berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang, baik pada rute domestik maupun internasional. Diperkirakan sekitar 44.000 pelanggan dari total 1,9 juta penumpang yang berencana terbang hingga awal Mei akan terkena dampak penjadwalan ulang.

Air New Zealand Pangkas Ribuan Penerbangan Akibat Gejolak Timur Tengah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Beberapa wilayah di Selandia Baru, termasuk kawasan penghasil anggur Marlborough dan kota New Plymouth di pesisir barat, akan merasakan dampak langsung dari pengurangan ini dalam beberapa minggu mendatang.

Konflik di Timur Tengah telah memaksa banyak maskapai untuk membatalkan penerbangan ke dan dari wilayah tersebut atau mencari rute alternatif. Serangan drone dan rudal telah membatasi wilayah udara, menciptakan krisis industri penerbangan yang signifikan, yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak pandemi COVID-19.

Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor pendorong. Pernyataan dari pejabat keamanan Irak mengenai kapal Iran yang membawa bahan peledak dan menabrak dua kapal tanker minyak semakin memperburuk situasi. Iran bahkan memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai US$ 200 per barel.

Dampak dari situasi ini juga terasa di pasar saham. Saham Air New Zealand mengalami penurunan sebesar 1% pada hari Kamis (12/3), sejalan dengan penurunan saham maskapai penerbangan lainnya seperti Cathay Pacific Hong Kong, Qantas Airways Australia, dan Japan Airlines.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1