Proyek Listrik Panas Bumi Baru Segera Meluncur

lahatsatu.com – Sektor energi terbarukan di Indonesia bersiap menyambut babak baru yang menjanjikan. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat

Agus sujarwo

Proyek Listrik Panas Bumi Baru Segera Meluncur

lahatsatu.com – Sektor energi terbarukan di Indonesia bersiap menyambut babak baru yang menjanjikan. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat portofolio bisnisnya melalui proyek co-generation yang ambisius. Perusahaan pelat merah ini menargetkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) pada penghujung tahun 2026 mendatang.

Langkah besar ini bukan sekadar rutinitas bisnis biasa, melainkan sebuah lompatan penting bagi pengembangan energi panas bumi di tanah air. Proyek co-generation yang tengah digarap ini direncanakan akan mengoperasikan pembangkit listrik dengan kapasitas yang cukup signifikan. Fokus pengembangan akan diarahkan pada dua lokasi strategis, yakni di wilayah Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas sebesar 30 megawatt (MW), serta di Lahendong, Sulawesi Utara, dengan kapasitas 15 MW.

Proyek Listrik Panas Bumi Baru Segera Meluncur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian pembahasan mengenai PPA tersebut sebenarnya telah mencapai tahap penyelesaian. Saat ini, kedua belah pihak hanya tinggal menunggu proses pemeriksaan akhir terhadap dokumen-dokumen perjanjian sebelum akhirnya dilakukan penandatanganan resmi.

"Alhamdulillah, kami telah merampungkan seluruh rangkaian pembahasan mengenai perjanjian jual-beli listrik antara Pertamina dan PLN. Kami menargetkan proses ini dapat tuntas pada akhir tahun ini, kemungkinan besar pada bulan Desember," ujar Edwil dalam sesi konferensi media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Edwil juga menekankan bahwa keberhasilan realisasi proyek ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi ekspansi bisnis PGE. Hal ini dikarenakan sudah lebih dari satu dekade perusahaan tidak menandatangani PPA baru. Oleh karena itu, pencapaian ini dianggap sebagai sebuah kebanggaan besar bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan PGE.

Terkait dengan detail harga jual listrik yang akan disepakati, pihak PGE memilih untuk tetap menjaga kerahasiaan informasi tersebut dari publik untuk saat ini. Meski demikian, Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, memberikan jaminan bahwa angka yang disepakati nantinya telah melalui perhitungan yang matang. Ia memastikan bahwa harga tersebut telah memenuhi standar keekonomian yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik PGE maupun PLN.

Proses penentuan harga ini dilakukan melalui mekanisme pembentukan tim gabungan (joint team) antara PGE dan PLN untuk memastikan transparansi dan akurasi nilai ekonomi. Pihak manajemen berjanji akan segera memaparkan detail progres dan informasi lebih lanjut kepada publik setelah proses desain PPA selesai dilakukan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para investor dan pemangku kepentingan mengenai masa depan energi hijau di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar