lahatsatu.com – Raksasa energi nasional, PT Pertamina (Persero), kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui langkah ekspansi yang sangat strategis. Perusahaan pelat merah ini secara resmi telah melakukan akuisisi hak partisipasi (interest) milik Moeve pada tiga lapangan hidrokarbon darat (onshore) yang terletak di kawasan Cekungan Berkine, Aljazair.
Langkah ambisius ini dilakukan melalui anak perusahaan Pertamina yang beroperasi di Aljazair, yakni PT Pertamina Algeria EP (PAEP). Transaksi besar ini melibatkan Cepsa Algérie, S.L.U dan Cepsa (Rhourde El Rouni), S.L.U, yang merupakan entitas anak di bawah naungan Moeve, sebuah perusahaan energi terintegrasi terkemuka asal Spanyol.

Adapun ketiga lapangan hidrokarbon yang kini menjadi target penguatan portofolio Pertamina tersebut adalah Rhourde el Khrouf (RKF), Bir el Msana (BMS), dan Ourhoud (ORD). Saat ini, seluruh rangkaian proses penyelesaian transaksi tersebut tengah berjalan, termasuk dalam tahap pengurusan berbagai persetujuan dari otoritas berwenang di negara Aljazair.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa langkah ekspansi ke Afrika Utara ini bukan sekadar upaya memperluas wilayah operasional, melainkan bagian dari misi besar perusahaan. Menurutnya, langkah ini selaras dengan komitmen Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperkokoh posisi bisnis hulu migas di level global.
"Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Pertamina dalam pengelolaan aset hulu migas internasional. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk mengoptimalkan potensi produksi migas melalui pengelolaan operasi yang andal dan berkelanjutan," ujar Simon dalam keterangan resminya.
Secara struktural, PAEP merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina Internasional EP (PIEP), yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina yang dipimpin oleh PHE. PAEP sendiri bukanlah pemain baru di Aljazair; mereka telah mengelola operasional serta investasi minyak dan gas bumi di negara tersebut sejak tahun 2012. Kehadiran PAEP di Aljazair juga melibatkan investasi strategis bersama Sonatrach, perusahaan energi nasional setempat.
Menariknya, akuisisi ini juga mengusung semangat "Bring the Barrel Home". Melalui filosofi tersebut, Pertamina berupaya mengoptimalkan hasil produksi dari aset-aset internasional untuk kemudian dialokasikan guna mendukung peningkatan pasokan kebutuhan migas di dalam negeri, Indonesia.
Selain fokus pada aspek produksi, Simon juga menekankan bahwa seluruh kegiatan investasi ini akan tetap berpijak pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pertamina berkomitmen untuk menjalankan bisnis hulu migas yang berkelanjutan, menjunjung tinggi integritas, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan guna mencegah praktik kecurangan (fraud) di lingkungan kerja global mereka.




