Jakarta, Lahatsatu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan pesan tegas Prabowo dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Perintah ini muncul menyusul gejolak yang sempat melanda Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28-29 Januari lalu, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di pasar modal. "Bapak Presiden menegaskan bahwa apabila ada pelanggaran terkait investor, emiten, atau anggota bursa yang melanggar aturan bursa, OJK, atau undang-undang, harus ditindak tegas," ujar Airlangga.
Penindakan tegas ini, menurut Airlangga, krusial untuk menjaga integritas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Ia mengibaratkan pasar modal sebagai "jendela integritas" yang harus dijaga kebersihannya agar tidak memberikan kesan negatif kepada investor.
"Pasar modal adalah jendela daripada integritas kita, sehingga jendela ini jangan dilihat oleh pihak luar atau investor jadi buram. Walaupun makro kita solid, kuat, tapi kalau jendelanya buram, ini bisa berakibat banyak," jelas Airlangga.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menginstruksikan agar masalah di pasar modal segera direspons dan diselesaikan dalam waktu secepat mungkin. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan di pasar modal demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.




