Bekasi – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan terus digencarkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggandeng Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia. SNLIK 2026 akan menjangkau 75 ribu responden yang tersebar di 38 provinsi, memastikan representasi yang akurat dari berbagai lapisan masyarakat.

Dengan cakupan yang lebih luas dan keterlibatan berbagai lembaga, diharapkan hasil survei ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi perumusan kebijakan dan program edukasi keuangan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara optimal.




