Subang – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memacu pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 83,37%, melampaui target yang ditetapkan.
Fokus pekerjaan saat ini meliputi reklamasi dan pembangunan pavement, yang merupakan bagian krusial dari penyelesaian infrastruktur utama pelabuhan. WIKA menargetkan penyelesaian proyek ini pada Oktober 2026, dan optimis jadwal akan terpenuhi.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan Pelabuhan Patimban secara profesional dan berkelanjutan. "Kami terus mempercepat pekerjaan dan berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait agar pelabuhan ini dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi konektivitas logistik nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Dalam proses pembangunan, WIKA menerapkan berbagai inovasi konstruksi maritim. Salah satunya adalah penggunaan silt curtain pada pekerjaan pengerukan untuk meminimalisir penyebaran sedimen dan menjaga kualitas air di sekitar area proyek. Selain itu, teknologi Cement Deep Mixing (CDM) juga diterapkan untuk meningkatkan stabilitas struktur pelabuhan.
Penerapan inovasi ini tidak hanya efisien dalam pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga meminimalisir dampak lingkungan. Pengendalian sedimentasi memastikan kedalaman alur pelayaran sesuai spesifikasi teknis, sementara teknologi perbaikan tanah meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap beban berat dan risiko abrasi, terutama pada kondisi tanah lunak.
Dari sisi keberlanjutan, WIKA menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat di seluruh tahapan pekerjaan, serta pengelolaan lingkungan yang sistematis.
Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan memperkuat konektivitas logistik nasional. Lahatsatu mencatat, Kehadiran pelabuhan ini dirancang sebagai hub logistik strategis yang terintegrasi dengan kawasan industri utama di Jawa Barat, seperti Karawang dan Subang. Pelabuhan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, menurunkan biaya logistik nasional, serta mempercepat distribusi ekspor dan impor, khususnya pada sektor otomotif dan manufaktur.
Pelabuhan Patimban diproyeksikan akan membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan UMKM, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok industri nasional.




