lahatsatu.com – Asa masyarakat akan perluasan jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta hingga ke Serpong Tangerang Selatan semakin mendekati kenyataan. Studi kelayakan untuk rute interkoneksi yang dinanti-nantikan ini ditargetkan rampung pada penghujung tahun ini, membuka babak baru bagi mobilitas perkotaan.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengungkapkan progres signifikan ini. Meski demikian, Tuhiyat menegaskan bahwa selesainya kajian kelayakan bukan serta-merta berarti pembangunan konstruksi dapat langsung dimulai tahun depan. Ada serangkaian tahapan krusial yang harus dilalui setelah hasil studi ini keluar.

"Kajiannya baru akan selesai akhir tahun ini," jelas Tuhiyat dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa setelah kajian rampung, masih banyak proses yang menanti. Tahapan tersebut meliputi pembahasan kelembagaan, penentuan skema finansial yang tepat, hingga penyusunan desain teknis yang mendetail atau detail engineering design. Semua ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang sebelum alat berat bisa diturunkan.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Sinar Mas Land telah aktif melakukan studi kelayakan untuk proyek ambisius ini. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat serta dorongan kuat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar uji kelayakan segera dituntaskan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyambut baik rencana perluasan ini. Menurutnya, perpanjangan rute MRT ini adalah langkah strategis mengingat tingginya volume pengguna transportasi publik dari wilayah Serpong dan sekitarnya menuju Jakarta. "Ini adalah kabar baik bagi banyak masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur ini. Kehadiran MRT akan sangat membantu ke depan," ujar Allan, menyoroti potensi besar proyek ini dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup komuter.
Perluasan rute MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong diproyeksikan akan menjadi solusi vital untuk konektivitas dan efisiensi perjalanan bagi jutaan warga di kawasan penyangga ibu kota.




