Misteri Harga Telur Melonjak Saat Stok Melimpah

lahatsatu.com – Fenomena aneh tengah menyelimuti pasar komoditas pangan nasional, khususnya pada komoditas telur ayam. Di saat para peternak mengeluhkan jatuhnya harga akibat produksi yang

Agus sujarwo

Misteri Harga Telur Melonjak Saat Stok Melimpah

lahatsatu.com – Fenomena aneh tengah menyelimuti pasar komoditas pangan nasional, khususnya pada komoditas telur ayam. Di saat para peternak mengeluhkan jatuhnya harga akibat produksi yang melimpah ruah, harga telur di tingkat konsumen justru meroket tajam hingga melampaui batas kewajaran. Kondisi yang kontradiktif ini memicu kecurigaan adanya praktik permainan harga di balik layar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara terbuka mengungkapkan adanya anomali harga telur dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna baru-baru ini. Menurut Amran, ketimpangan antara harga di tingkat produsen dan konsumen ini sudah terdeteksi melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi rutin yang dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Misteri Harga Telur Melonjak Saat Stok Melimpah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Ada anomali pada komoditas ayam dan telur. Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan Pak Kapolri dan Kabareskrim untuk menelusuri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," ujar Amran dalam paparan videonya yang dirilis oleh Sekretariat Presiden.

Data yang dihimpun menunjukkan situasi yang sangat ironis. Di tingkat peternak, harga telur justru anjlok hingga menyentuh angka Rp 21.000 per kilogram akibat surplus produksi yang sangat tinggi. Pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menyerap kelebihan pasokan tersebut. Salah satunya adalah dengan berkoordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar program Makan Bergizi Gratis dapat meningkatkan frekuensi konsumsi telur masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga telah mengupayakan jalur ekspor untuk menyalurkan kelebihan stok telur ke luar negeri. Namun, langkah-langkah tersebut nyatanya belum mampu mendongkrak harga di tingkat peternak. Sebaliknya, di pasar ritel atau tingkat konsumen, harga telur justru melambung tinggi melewati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berada di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

Menanggapi situasi yang tidak wajar ini, Kementerian Pertanian tidak tinggal diam. Amran telah melayangkan surat resmi kepada Kapolri untuk melakukan investigasi mendalam. Ia menduga ada oknum yang sengaja mempermainkan rantai distribusi atau melakukan penimbunan yang menyebabkan harga di konsumen melonjak, sementara peternak tetap menderita.

Amran mengingatkan bahwa pola permainan harga ini mirip dengan kasus manipulasi harga beras premium fortifikasi yang sebelumnya berhasil dibongkar melalui kerja sama Kementan dan Polri. Dalam kasus beras tersebut, ditemukan produk yang seharusnya berharga Rp 13.000 per kilogram dijual dengan harga fantastis Rp 56.000 per kilogram.

"Kami sudah meminta Pak Kapolri agar semua pihak yang bermain-main di sektor pangan segera ditindak tegas. Ini tidak benar dan merugikan rakyat. Insyaallah, dalam waktu dekat masalah anomali telur ini akan segera kami selesaikan," tegas Amran dengan nada optimis. Pemerintah berharap penegakan hukum yang tegas dapat mengembalikan stabilitas harga pangan dan melindungi kesejahteraan para peternak lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar