lahatsatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan pembukaan lowongan kerja besar-besaran melalui program terbaru bertajuk "Pengawal Energi". Program ini menjadi angin segar bagi para lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pengalaman profesional di sektor energi nasional. Sebanyak 108 posisi telah disiapkan untuk mengisi berbagai peran strategis dalam program kolaborasi lintas instansi ini.
Program Pengawal Energi merupakan hasil sinergi strategis antara Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan pendistribusian energi di berbagai wilayah Indonesia. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, telah meluncurkan program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan tata kelola energi berjalan dengan optimal dan transparan.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui kanal media sosial kementerian, posisi yang dibutuhkan terbagi menjadi dua kategori utama. Sebanyak 100 orang akan direkrut untuk mengisi posisi verifikator lapangan, sementara 8 orang lainnya akan ditempatkan sebagai analis. Peran ini sangat krusial untuk memastikan seluruh distribusi energi di lapangan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Bagi Anda yang tertarik, pemerintah telah menyiapkan paket kompensasi yang cukup kompetitif. Untuk posisi verifikator lapangan, peserta akan menerima honor bulanan sebesar Rp 6,5 juta. Sementara itu, untuk posisi analis, besaran honor yang ditawarkan adalah Rp 5,7 juta per bulan. Selain gaji pokok, para peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Manfaat yang akan diterima oleh para pekerja meliputi dukungan mobilitas penuh untuk penugasan di lapangan, yang mencakup biaya transportasi, akomodasi, hingga biaya komunikasi. Selain itu, peserta akan mendapatkan perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan melalui program BPJS, serta perlengkapan pendukung kerja lainnya. Menariknya, peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan dan kompetensi pendistribusian BBM non-penerbangan resmi dari Kementerian ESDM, yang akan menjadi nilai tambah besar bagi portofolio karier mereka di masa depan.
Masa penugasan dalam program ini direncanakan berlangsung selama satu tahun penuh, terhitung mulai Desember 2026 hingga Desember 2027. Mengingat cakupan tugasnya yang luas, para pelamar dituntut untuk siap ditempatkan di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
Berikut adalah persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh calon pelamar:
- Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), baik laki-laki maupun perempuan.
- Lulusan jenjang S1 atau D4 dengan standar IPK minimal 2,75.
- Memiliki catatan perilaku yang baik (dibuktikan dengan SKCK).
- Memiliki kesiapan penuh untuk ditempatkan di luar Pulau Jawa.
- Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pembekalan, proses sertifikasi, dan menandatangani kontrak penugasan.
Batas waktu pendaftaran sangat singkat, yakni mulai dari tanggal 23 Oktober hingga 1 November 2026. Bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi tersebut, informasi lebih lanjut mengenai detail teknis dan prosedur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi akamigas.ac.id/pengawalenergi. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari pengawal energi nasional.




