Misteri di Balik Stok Beras Melimpah

lahatsatu.com – Perjalanan panjang sebutir beras hingga sampai ke meja makan masyarakat ternyata melibatkan proses yang sangat kompleks dan sistematis. Hal ini terungkap setelah Perum

Agus sujarwo

Misteri di Balik Stok Beras Melimpah

lahatsatu.com – Perjalanan panjang sebutir beras hingga sampai ke meja makan masyarakat ternyata melibatkan proses yang sangat kompleks dan sistematis. Hal ini terungkap setelah Perum Bulog berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan melampaui target penyerapan gabah dan beras dalam negeri. Hingga akhir Oktober 2026, lembaga pangan negara ini sukses menyerap sebanyak 4,25 juta ton setara beras.

Pencapaian fantastis ini bukanlah hasil instan yang tiba-tiba muncul di gudang penyimpanan. Manajer Hubungan Eksternal Divisi Humas Perum Bulog, Dicki Yusfarino, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan buah dari kerja keras panjang yang dimulai sejak gabah masih berada di tangan petani. Proses transformasi dari gabah kering panen hingga menjadi beras siap konsumsi membutuhkan ketelitian tinggi di setiap tahapannya.

Misteri di Balik Stok Beras Melimpah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu strategi kunci yang dilakukan Bulog adalah melalui program "Tim Jemput Pangan". Alih-alih menunggu petani datang, petugas Bulog justru turun langsung ke area persawahan, seperti yang terlihat di Kabupaten Kendal. Tim ini bergerak aktif mendatangi lahan pertanian untuk melakukan pengecekan kualitas, penimbangan, hingga transaksi pembelian secara langsung di lokasi.

Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Semarang, Kurnia Pradipta, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penyerapan ini. Bulog bekerja sama erat dengan dinas pertanian, penyuluh lapangan (PPL), Babinsa, hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk memetakan lokasi panen dan memperkirakan volume gabah yang tersedia.

Dalam hal harga, Bulog berkomitmen membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Meski harus bersaing dengan pembeli swasta atau tengkulak, Bulog menawarkan keunggulan pada kepastian mekanisme pembayaran yang lebih mudah bagi para petani.

Setelah berhasil dibeli, gabah tersebut kemudian dikirim ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog. Di fasilitas ini, gabah tidak langsung digiling begitu saja. Ada proses pengeringan menggunakan sistem drying yang canggih, sehingga kualitas tetap terjaga meski cuaca tidak mendukung atau kadar air padi masih tinggi. Proses pengeringan ini mampu menampung hingga 120 ton gabah per hari.

Setelah kering, barulah proses penggilingan dilakukan. Di tahap ini, dilakukan penyortiran ketat untuk memisahkan beras berkualitas tinggi dari beras yang rusak seperti berwarna kuning atau kusam. Produk yang tidak memenuhi standar kualitas pangan akan dipisahkan sebagai produk reject untuk keperluan pakan.

Untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Semarang, Bulog saat ini mengelola stok sekitar 81.600 ton beras. Stok ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, stabilisasi harga (SPHP), hingga cadangan bencana alam, untuk jangka waktu 4 hingga 5 bulan ke depan. Dengan manajemen gudang yang ketat melalui proses fumigasi dan kontrol hama harian, kualitas beras tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar