lahatsatu.com – Upaya percepatan transisi energi di Indonesia memasuki babak baru yang sangat menjanjikan. PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengambil langkah besar untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan dua raksasa BUMN lainnya, yakni PT Len Industri dan PT PLN, Pertamina kini tengah menyiapkan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai yang masif guna menyokong program Motor Listrik Nasional (Molinas).
Langkah ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan sebuah komitmen nyata untuk menyediakan jaringan pendukung yang handal bagi para pengguna kendaraan listrik di masa depan. Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, menegaskan bahwa kerja sama lintas BUMN ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengambil peran sentral dalam transisi energi nasional, khususnya pada sektor transportasi roda dua yang memiliki basis pengguna sangat besar di tanah air.

Eko menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik bukanlah sekadar ketersediaan unit kendaraan, melainkan ketersediaan infrastruktur pendukung yang merata. "Kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah," ungkap Eko dalam keterangan resminya.
Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga akan memanfaatkan jaringan SPBU dan titik-titik ritel strategis milik perusahaan untuk diintegrasikan dengan fasilitas pengisian daya (charging) dan penukaran baterai (swapping). Saat ini, Pertamina telah melakukan transformasi besar-besaran dengan mengembangkan Green Energy Station (GES) di berbagai penjuru Indonesia. Tercatat, sebanyak 837 SPBU milik Pertamina telah dikembangkan menjadi Green Energy Station untuk menjadi penopang utama program Molinas.
Sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur hilir tersebut, Pertamina telah menyiapkan 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station yang ditempatkan di lokasi-lokasi SPBU strategis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat mengenai jarak tempuh dan ketersediaan energi saat menggunakan motor listrik.
Sinergi antara Pertamina, PLN, dan Len Industri ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan. Program Molinas sendiri merupakan inisiatif strategis nasional yang diinisiasi untuk membangun kemandirian industri dari hulu ke hilir, mulai dari komponen lokal, manufaktur, hingga layanan purnajual.
Dengan infrastruktur yang semakin matang, Pertamina optimis bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya akan tumbuh secara kuantitas, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. Transformasi ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menyambut masa depan energi yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.




