Strategi Baru Orkes Kuasai Pasar AI Asia Tenggara

lahatsatu.com – Dunia teknologi di kawasan Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran besar seiring dengan masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor korporasi.

Agus sujarwo

Strategi Baru Orkes Kuasai Pasar AI Asia Tenggara

lahatsatu.com – Dunia teknologi di kawasan Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran besar seiring dengan masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor korporasi. Menanggapi tren tersebut, Orkes, perusahaan penyedia platform orkestrasi enterprise ternama, secara resmi mengumumkan penunjukan PT Deltadata Mandiri sebagai mitra strategis mereka untuk wilayah Asia Tenggara.

Langkah besar ini diambil untuk menjawab tantangan perusahaan dalam mengelola alur kerja berbasis agentic AI. Melalui kolaborasi ini, PT Deltadata Mandiri akan memegang peranan krusial dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tahap pra-penjualan, proses implementasi teknologi, hingga penyediaan layanan dukungan teknis untuk platform Orkes Conductor di kawasan ini.

Strategi Baru Orkes Kuasai Pasar AI Asia Tenggara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perlu diketahui bahwa Orkes merupakan perusahaan yang didirikan oleh para inovator di balik Netflix Conductor, yang memiliki rekam jejak kuat dalam mengelola sistem kompleks berskala global. Kehadiran mereka di Asia Tenggara diharapkan dapat membantu berbagai sektor, seperti perbankan, energi, hingga instansi pemerintah, yang kini mulai beralih dari sekadar uji coba AI menuju penerapan operasional yang nyata.

Jika sebelumnya AI hanya digunakan sebagai asisten digital untuk membantu tugas-tugas ringan, kini tren telah bergeser ke arah AI agents. Teknologi ini dirancang untuk menjalankan tugas yang jauh lebih kompleks dan berisiko tinggi, seperti melakukan rekonsiliasi pembayaran, membuka akun nasabah, melakukan triase insiden, hingga mengelola permintaan pengadaan barang secara otomatis.

Namun, penggunaan AI agents dalam skala operasional membawa tantangan baru. CEO Orkes, Jeu George, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan sebenarnya sudah memiliki demonstrasi AI yang canggih, tetapi mereka masih ragu untuk mempercayakan tugas-tugas krusial kepada teknologi tersebut.

"Hampir semua perusahaan yang kami temui memiliki agen AI yang berfungsi saat demo. Namun, sangat sedikit yang berani mempercayakan agen tersebut untuk menangani pelanggan nyata, transaksi pembayaran, atau proses persetujuan yang sah," ujar Jeu George dalam keterangan resminya.

Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada kecerdasan model AI-nya, melainkan pada sistem pendukung di sekitarnya. Perusahaan membutuhkan mekanisme untuk memantau, mengelola, dan mengaudit setiap tindakan yang dilakukan oleh AI agar tetap sesuai dengan regulasi. Orkes Conductor hadir untuk mengisi celah tersebut dengan menyediakan sistem orkestrasi yang memastikan setiap langkah AI dapat tercatat dan dapat dikendalikan oleh manusia jika terjadi kegagalan.

Senada dengan hal tersebut, CEO PT Deltadata Mandiri, Steven Law, menekankan bahwa kebutuhan klien di Asia Tenggara telah berevolusi. Jika dua tahun lalu fokus utama adalah menanyakan kesiapan teknologi AI, kini fokusnya adalah bagaimana cara mengintegrasikan AI ke dalam sistem produksi tanpa kehilangan kendali manajerial.

Steven memberikan ilustrasi pada sektor perbankan di Jakarta. Dengan teknologi orkestrasi, sebuah agen AI dapat menyiapkan berkas pinjaman, kemudian petugas kredit melakukan peninjauan, sementara beberapa anak perusahaan memberikan persetujuan secara paralel dalam satu alur kerja yang terintegrasi dan tercatat secara transparan.

Dengan kemitraan ini, Orkes dan PT Deltadata Mandiri optimistis dapat membantu perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara membangun arsitektur AI yang kokoh, aman, dan siap menghadapi volume transaksi yang sangat besar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar