Madrid, Spanyol – Gelombang aksi mogok kerja melanda para masinis kereta api di Spanyol, khususnya di Madrid, pada Rabu (4/2/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes atas kurangnya jaminan keselamatan kerja, menyusul serangkaian insiden kecelakaan kereta api yang terjadi baru-baru ini.
Aksi mogok ini menyebabkan gangguan signifikan pada jadwal perjalanan kereta api di seluruh negeri. Penundaan dan pembatalan perjalanan menjadi pemandangan umum, membuat ribuan penumpang terlantar dan aktivitas ekonomi terhambat.

Para masinis yang tergabung dalam serikat pekerja menuntut adanya perbaikan sistem keselamatan secara menyeluruh. Mereka menyoroti perlunya investasi dalam modernisasi infrastruktur perkeretaapian, peningkatan pelatihan bagi masinis, dan penegakan aturan keselamatan yang lebih ketat.
"Kami tidak bisa terus bekerja dalam kondisi yang membahayakan nyawa kami dan nyawa penumpang," ujar salah seorang masinis yang enggan disebutkan namanya. "Keselamatan adalah prioritas utama, dan kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami dipenuhi."
Pemerintah Spanyol sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi mogok ini. Namun, Lahatsatu.com mendapatkan informasi bahwa perwakilan pemerintah akan segera melakukan pertemuan dengan serikat pekerja untuk mencari solusi terbaik.
Aksi mogok ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tuntutan para masinis dipenuhi. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi terbaru dan mempertimbangkan alternatif transportasi jika berencana melakukan perjalanan dengan kereta api dalam waktu dekat.




