Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan peningkatan signifikan dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) pada tahun 2026. Target ini muncul setelah BRI berhasil mencatatkan kinerja penyaluran KPRS yang menggembirakan di tahun 2025, dengan nilai mencapai lebih dari Rp 16 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara langsung meminta BRI untuk meningkatkan pembiayaan KPRS hingga dua kali lipat dari capaian tahun 2025.

"Kita bersyukur bahwa di tahun 2025 yang lalu, Desember, peningkatannya adalah 100%, dan kita sudah menyalurkan lebih dari Rp 16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi. Harapannya dari tahun ini target dari Pak Menteri (PKP) sudah mencapai target lagi 100% lagi naik," ujar Hery kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/1/2026).
Dengan target ambisius ini, BRI diperkirakan akan menyalurkan pembiayaan KPRS untuk sekitar 60.000 unit rumah subsidi pada tahun 2026, meningkat signifikan dari realisasi tahun 2025 yang mencapai 36.000 unit.
Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Program ini memberikan akses pembiayaan modal usaha kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, sehingga mereka dapat memiliki hunian yang layak sekaligus meningkatkan pendapatan.
"Kita juga melihat bahwa masyarakat ini setelah dapat rumah, milik rumah apa gitu, gimana untuk hidup dan lain sebagainya. Tentunya ini dikaitkan dengan program Mekar ya," imbuhnya.
Dengan sinergi antara pembiayaan perumahan dan modal usaha, BRI berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.




