Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan mencapai 5 juta ton dalam satu bulan ke depan. Angka ini merupakan akumulasi dari serapan beras yang terus digenjot oleh Bulog.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa stok CBP saat ini telah mencapai 3,9 juta ton. Ia optimis, dengan berlanjutnya panen raya, stok akan terus meningkat.

"Stok kita hari ini 3,9 juta ton. Minggu ini Insya Allah 4 juta ton dan 1 bulan ke depan 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama sejarah Republik Indonesia," ujar Amran seperti dikutip Lahatsatu.com, Sabtu (14/3/2026).
Bapanas mencatat, realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga 11 Maret telah mencapai 928,2 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh panen raya padi yang diperkirakan terjadi pada bulan ini.
Amran menambahkan, capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama di bawah arahan Presiden. Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah mulai melakukan ekspor beras ke negara lain, dan diharapkan akan ada tiga negara lain yang menyusul.
Pengadaan CBP diatur dalam Peraturan Bapanas (Perbapanas) Nomor 2 Tahun 2026, yang menekankan pembelian gabah atau beras dari petani dalam negeri. Bulog diminta untuk menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai acuan. Jika harga di tingkat petani di bawah HPP, Bulog wajib membeli sesuai HPP. Namun, jika harga di atas HPP, Bulog diberikan fleksibilitas HPP dalam jangka waktu tertentu.
Bapanas juga menekankan agar Bulog terus melaksanakan penyaluran CBP melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun, kecuali di wilayah sentra produsen padi yang sedang panen raya.




























