lahatsatu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyambangi Jawa Tengah, memantau langsung kinerja kantor-kantor vertikal Kementerian Keuangan, termasuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I. Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah tersebut, sekaligus meninjau progres sejumlah program prioritas pemerintah yang vital bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya, Purbaya menegaskan komitmen Kementerian Keuangan di Jawa Tengah untuk terus menggenjot berbagai inisiatif demi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia menyoroti pentingnya penguatan indikator ekonomi regional yang masih memerlukan perhatian serius.

Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga pertengahan tahun 2026, program ini telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran MBG tidak hanya memastikan asupan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan 18.854 pemasok, sekaligus membuka peluang kerja bagi lebih dari 193 ribu individu. Program ini berperan vital dalam mengerek kualitas sumber daya manusia dan memperkokoh fondasi ketahanan sosial. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan aktif melakukan monitoring melalui pendampingan di berbagai SPPG, seperti di Wonosari Gunting Klaten, Mertoyudan Sukerejo Magelang, dan Tengaran Bener Semarang. Pendampingan ini krusial untuk memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, serta mengidentifikasi hambatan di lapangan sejak dini agar solusi cepat ditemukan. Purbaya secara khusus meminta DJPb untuk memantau seluruh program prioritas pemerintah, termasuk MBG, secara nasional dan terstruktur.
Selain MBG, Purbaya juga meninjau perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga kini, Jawa Tengah telah membentuk 8.523 koperasi desa dan kelurahan, dengan total volume transaksi mencapai lebih dari 43 ribu. KDMP diharapkan berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus memperluas jangkauan masyarakat terhadap layanan ekonomi yang lebih produktif dan inklusif.
Tak ketinggalan, Purbaya mencermati progres Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di 16 kabupaten/kota, dengan 16 titik sekolah dan 110 rombongan belajar yang melayani 3.080 siswa. Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai lokasi terus dipercepat demi mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang merata.
Menutup kunjungannya, Purbaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan di daerah atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas pelaksanaan APBN dan mengawal berbagai program prioritas




