Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah berupaya melobi Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor produk Indonesia yang saat ini mencapai 32%. Salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan menawarkan peningkatan impor komoditas asal AS, termasuk gandum senilai US$ 500 juta (sekitar Rp 8,09 triliun) dan potensi pembelian pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia.
Menurut laporan Reuters, Indonesia menawarkan pemotongan bea masuk untuk komoditas utama AS hingga mendekati 0%. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa besaran tarif yang ditawarkan bergantung pada tarif yang akan diberikan AS kepada Indonesia.

Selain itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, dikabarkan tengah menjajaki pembelian 75 unit pesawat dari Boeing. Rencana ini diharapkan dapat menjadi bagian dari perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Ketua Asosiasi Pabrik Tepung Terigu Indonesia, Franciscus Welirang, mengungkapkan bahwa anggota asosiasinya akan membeli total dua juta ton gandum AS melalui tender dengan harga yang kompetitif.
Sebagai informasi, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 17,9 miliar dengan AS pada tahun 2024. Pemerintah berharap dengan meningkatkan impor dari AS, tarif impor produk Indonesia seperti barang elektronik, tekstil, dan alas kaki dapat diturunkan.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menambahkan bahwa pemerintah juga menawarkan peluang investasi kepada AS dalam proyek mineral penting, termasuk sumber daya tembaga, nikel, dan bauksit yang melimpah di Indonesia.




