Harga Ayam Terjun Bebas Peternak Menjerit

lahatsatu.com – Gelombang keprihatinan melanda para peternak ayam pedaging di Indonesia. Harga ayam hidup di tingkat kandang dilaporkan anjlok drastis, mencapai titik terendah hingga Rp

Agus sujarwo

Harga Ayam Terjun Bebas Peternak Menjerit

lahatsatu.com – Gelombang keprihatinan melanda para peternak ayam pedaging di Indonesia. Harga ayam hidup di tingkat kandang dilaporkan anjlok drastis, mencapai titik terendah hingga Rp 13.000 per kilogram. Kondisi ini jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang kini melonjak hingga Rp 22.000-23.000 per kilogram, menciptakan jurang kerugian yang dalam bagi para peternak mandiri.

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan bahwa penurunan harga ini bukan fenomena baru, melainkan telah berlangsung sejak April. Asep Saepudin, salah seorang peternak dari Permindo, menyebut situasi ini sebagai "musibah terburuk" yang pernah mereka alami, dengan harga di Jawa Barat bahkan menyentuh Rp 13.000-14.000 per kilogram.

Harga Ayam Terjun Bebas Peternak Menjerit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Penurunan harga yang terus-menerus ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Daya beli masyarakat yang lesu menyebabkan penumpukan pasokan ayam di kandang-kandang. Hampir seluruh sentra produksi ayam di Indonesia, mulai dari Jawa Tengah, Banten, hingga Jawa Barat, mengalami kelebihan stok yang luar biasa. Situasi ini diperparah dengan libur sekolah dan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya sedikit membantu penyerapan.

Menghadapi kondisi kritis ini, para peternak mendesak pemerintah untuk segera turun tangan. Salah satu usulan utama adalah mengaktifkan kembali program bantuan sosial (bansos) yang menyertakan daging ayam. Mereka menyoroti program bansos sebelumnya yang menyasar 1,5 juta penerima, di mana jika diaktifkan kembali, dapat menyerap sekitar 1,5 juta ekor ayam dalam sekali penyaluran. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban stok berlebih di pasaran.

Peternak juga meminta pemerintah untuk menegakkan harga acuan pembelian ayam hidup di tingkat peternak yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional, yaitu Rp 21.000-25.000 per kilogram. Tanpa intervensi, peternak terpaksa menjual ayam di bawah HPP demi memenuhi kewajiban pembayaran pakan, meskipun itu berarti merugi besar. Dilema ini kian membelit, antara menjual rugi atau menanggung biaya pakan yang terus membengkak seiring pertumbuhan ayam.

Selain itu, Permindo menyuarakan kekhawatiran terhadap investasi peternakan baru yang terus bermunculan, terutama dari perusahaan terintegrasi. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk tidak mudah memberikan izin pembangunan kandang baru. Seharusnya, investasi lebih difokuskan pada pembangunan pabrik pakan untuk mendukung peternak lokal, bukan menambah populasi ayam yang sudah oversupply. Peternak mandiri khawatir, jika tidak ada kontrol yang ketat, kondisi ini akan memicu kebangkrutan massal di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar