lahatsatu.com – Sebuah insiden menegangkan terjadi di kawasan Ceger, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (2/11/2026). Sebuah gardu milik PT PLN yang memiliki kapasitas besar, yakni 400 KVA, dilaporkan roboh secara tiba-tiba. Kejadian ini tidak hanya merusak infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menghantam bangunan rumah milik salah satu warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ambruknya gardu tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas proyek pembangunan di sekitar lokasi. Adanya galian untuk pembuatan long storage atau bak penampungan air diduga menjadi penyebab utama ketidakstabilan tanah di sekitar fondasi gardu, sehingga struktur penyangga tidak lagi mampu menahan beban berat perangkat tersebut.

Dampak dari peristiwa ini cukup signifikan. Bangunan rumah warga yang tertimpa reruntuhan gardu mengalami kerusakan struktural yang cukup parah. Warga sekitar sempat panik saat mendengar suara dentuman keras yang diikuti dengan padamnya aliran listrik secara mendadak di wilayah tersebut. Beruntung, meski kerusakan bangunan cukup masif, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Menanggapi situasi darurat tersebut, tim dari PLN UPT 3 Bintaro segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas tampak bekerja keras melakukan proses pembongkaran sisa-sisa gardu yang roboh guna meminimalisir risiko kecelakaan lebih lanjut. Langkah evakuasi ini dilakukan untuk memastikan area sekitar aman dari potensi korsleting listrik atau bahaya tegangan tinggi yang masih tersisa.
Selain melakukan evakuasi fisik, pihak PLN juga berupaya melakukan pemulihan jaringan agar aliran listrik ke pemukiman warga dapat segera kembali normal. Namun, proses perbaikan ini memerlukan waktu karena tim harus memastikan bahwa seluruh instalasi yang terdampak telah benar-benar aman sebelum dialiri kembali.
Insiden ini memicu sorotan tajam mengenai standar keselamatan kerja pada proyek-proyek infrastruktur, terutama yang dilakukan di dekat jaringan vital kelistrikan. Para ahli mengingatkan bahwa setiap pekerjaan galian di area pemukiman padat harus melalui kajian teknis yang mendalam agar tidak mengganggu stabilitas tanah yang menopang fasilitas publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti runtuhnya gardu tersebut. Warga setempat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat risiko keselamatan yang sangat tinggi jika pekerjaan proyek tidak memperhatikan keberadaan infrastruktur penting di sekitarnya. Keamanan warga dan stabilitas pasokan listrik menjadi prioritas utama pasca-kejadian ini.




