Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia telah memberikan kepastian perpanjangan izin operasi pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua hingga tahun 2041. Kepastian ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Investasi Indonesia dengan perusahaan induk Freeport-McMoRan yang berbasis di Amerika Serikat, serta unit bisnisnya di Indonesia, Freeport Indonesia.
Kabar baik ini diungkapkan langsung oleh Chairman Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh U.S. Chamber of Commerce di Washington, Rabu waktu setempat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Kehadiran Prabowo di Washington sendiri dalam rangka menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Presiden Amerika Serikat, serta mengupayakan penurunan tarif. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan yang erat dengan Amerika Serikat di berbagai bidang.
"Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat, baik di bidang politik maupun ekonomi," tegas Prabowo dalam pidatonya di hadapan para pelaku bisnis yang tergabung dalam Kamar Dagang AS.
Perpanjangan izin operasi Freeport ini menjadi sinyal positif bagi investasi asing di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, upaya Prabowo untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat diharapkan dapat membuka peluang kerjasama ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.




