Efisiensi Logistik Melompat Tinggi

lahatsatu.com – Transformasi besar-besaran yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sejak melakukan merger pada tahun 2021 mulai membuahkan hasil yang signifikan. Setelah berjalan

Agus sujarwo

Efisiensi Logistik Melompat Tinggi

lahatsatu.com – Transformasi besar-besaran yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sejak melakukan merger pada tahun 2021 mulai membuahkan hasil yang signifikan. Setelah berjalan selama lima tahun, langkah strategis dalam melakukan standardisasi layanan dan penguatan kapasitas operasional berhasil mendongkrak produktivitas terminal peti kemas hingga melampaui angka 70 persen.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengungkapkan bahwa perubahan ini membawa dampak positif yang nyata bagi para pelanggan. Dengan meningkatnya produktivitas, waktu singgah kapal (port stay) dan waktu tunggu barang (cargo stay) di pelabuhan menjadi jauh lebih singkat. Hal ini secara langsung memberikan nilai tambah berupa efisiensi biaya operasional bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Efisiensi Logistik Melompat Tinggi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Alhamdulillah, produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan peningkatan ini, pelanggan mendapatkan nilai yang lebih baik karena waktu singgah kapal berkurang drastis, sehingga mereka menjadi lebih efisien," ujar Widyaswendra dalam keterangan resminya.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari proses standardisasi kompetensi sumber daya manusia dan sistematisasi kerja di hampir seluruh 32 terminal peti kemas yang dikelola perusahaan. Selain itu, merger memungkinkan terjadinya optimalisasi alat berat. Pelindo kini dapat melakukan mobilisasi peralatan dari terminal yang memiliki kelebihan alat ke terminal lain yang sedang membutuhkan, guna mengatasi kendala operasional.

Peningkatan kinerja ini juga membuka keran peluang bisnis baru. Produktivitas yang tinggi di berbagai terminal memicu munculnya kerja sama antarkorporasi serta pembukaan rute-rute pelayaran baru. Fokus utama dari pembenahan ini adalah memperkuat ekosistem maritim nasional guna menekan biaya logistik di Indonesia agar lebih kompetitif.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, mengakui adanya perbaikan layanan yang dirasakan oleh perusahaan pelayaran. Namun, ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pembenahan ini, terutama terkait pembaruan peralatan bongkar muat untuk menjamin kepastian jadwal pelayaran.

Carmelita juga menyoroti tantangan eksternal, yakni pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada membengkaknya biaya operasional kapal, terutama untuk suku cadang impor. Ia berharap pemerintah turut berperan dalam menjaga struktur biaya industri agar tetap kompetitif di tengah gejolak ekonomi global.

Di sisi lain, pengamat supply chain dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Raja Oloan Saut Gurning, memberikan catatan kritis. Meski standardisasi sistem operasi atau Terminal Operating System (TOS) sudah berjalan di jalur yang tepat, ia menilai konsistensi layanan antar-terminal secara nasional belum sepenuhnya homogen.

Saut menjelaskan bahwa perbedaan kondisi geografis, seperti wilayah sungai pasang surut di Sumatera dan Kalimantan, serta perbedaan kualitas peralatan bongkar muat, membuat kinerja terminal tidak bisa disamaratakan hanya dengan satu indikator. Ia menyarankan agar Pelindo terus fokus pada peningkatan ketersediaan dan keandalan alat, terutama di terminal-terminal luar Pulau Jawa, agar produktivitas dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar