lahatsatu.com – Pemandangan ikonik di jantung ibu kota, Jakarta, dipastikan akan mengalami transformasi besar-besaran. Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Stasiun Gambir yang selama ini berdiri berdampingan, akan segera "disulap" menjadi satu kawasan terintegrasi yang modern dan menyeluruh. Proyek ambisius ini merupakan bagian dari rencana revitalisasi besar-besaran yang digagas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa rencana penataan kawasan ini bukan sekadar wacana biasa. Langkah strategis ini telah dibahas secara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama dari proyek ini tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik bangunan stasiun, melainkan mencakup penataan seluruh ruang publik di sekitarnya agar lebih fungsional dan estetis.

"Percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir akan dilakukan, di mana nantinya di area Monas akan dibuat sebuah kawasan yang terintegrasi secara menyeluruh. Jadi, mulai dari Monas hingga Taman Monas akan direvitalisasi, begitu pula dengan Stasiun Gambir," ujar Bobby saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Menurut Bobby, proses revitalisasi Stasiun Gambir ini akan dilakukan secara sistematis melalui dua tahapan utama. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun. Transformasi ini diharapkan mampu mengubah wajah pusat kota Jakarta menjadi lebih tertata dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Salah satu poin krusial dalam proyek ini adalah penciptaan konektivitas antarmoda yang mulus. KAI merancang agar Stasiun Gambir dapat terhubung langsung dengan jaringan MRT Jakarta. Rencananya, koridor timur yang berada di area Stasiun Gambir akan disambungkan dengan koridor barat milik MRT Jakarta. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya tanpa hambatan yang berarti.
Selain integrasi dengan MRT, KAI juga tengah menyiapkan skenario agar Stasiun Gambir kembali melayani perjalanan KRL Commuter Line. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung konsep integrasi transportasi massal yang lebih luas. Mengingat di sekitar kawasan Gambir saat ini sedang berlangsung pembangunan proyek stasiun MRT, kesiapan infrastruktur menjadi hal yang sangat mendesak.
"Prioritas kami sebenarnya adalah stasiun KRL. Ini akan dilakukan secara bertahap. Namun, dengan adanya integrasi MRT di Gambir, kami harus bersiap menghadapi integrasi antarmoda secara total. Begitu juga dengan rencana pemberhentian KRL di Gambir, kami harus memastikan Stasiun Gambir mampu melayani kapasitas penumpang yang jauh lebih besar dibandingkan saat ini," jelas Anne dalam sebuah konferensi pers.
Dengan adanya proyek integrasi ini, kawasan Gambir-Monas diharapkan tidak hanya menjadi pusat transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup, modern, dan menjadi wajah baru kemajuan infrastruktur transportasi di Indonesia.




