lahatsatu.com – Kondisi ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini tengah berada dalam situasi yang cukup pelik. Lonjakan harga bahan baku utama, khususnya tepung tapioka, mulai memberikan tekanan hebat terhadap stabilitas pendapatan para pedagang kecil di berbagai wilayah. Kenaikan harga yang terjadi secara signifikan ini memaksa para pengusaha kuliner untuk memutar otak agar bisnis mereka tetap bisa bertahan di tengah himpitan biaya produksi yang membengkak.
Pantauan di lapangan, salah satunya di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, menunjukkan adanya perubahan harga yang sangat mencolok. Jika sebelumnya para pedagang grosir dapat memperoleh tepung tapioka dengan harga sekitar Rp300 ribu per karung, kini angka tersebut telah merangkak naik hingga menyentuh Rp450 ribu. Tidak hanya di tingkat grosir, kenaikan ini juga merembet ke pasar eceran. Harga per kilogram yang semula hanya dibanderol Rp11 ribu, kini melonjak drastis menjadi Rp20 ribu.

Dampak dari fenomena ini sangat dirasakan oleh para pedagang makanan ringan yang sangat bergantung pada penggunaan tepung sebagai bahan dasar utama. Penjual gorengan, cilok, hingga bakso aci kini harus menghadapi dilema yang sulit. Di satu sisi, biaya modal untuk membeli bahan baku terus merangkak naik, namun di sisi lain, mereka tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual produk kepada konsumen.
Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang cenderung stagnan. Jika harga jual makanan dinaikkan terlalu tinggi, dikhawatirkan pelanggan akan beralih ke produk lain atau bahkan mengurangi konsumsi mereka. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang memilih untuk "mengalah". Salah satu pedagang cilok mengungkapkan bahwa ia tetap mempertahankan ukuran dan porsi dagangannya agar pelanggan tidak merasa kecewa. Namun, keputusan ini memiliki konsekuensi pahit, yakni margin keuntungan yang didapatkan menjadi sangat tipis, bahkan nyaris tidak ada.
Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini telah menciptakan efek domino yang mengkhawatirkan bagi ekosistem UMKM. Jika tren kenaikan harga bahan pokok ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi, dikhawatirkan banyak unit usaha kecil yang tidak mampu lagi menutupi biaya operasional mereka dan terpaksa berhenti beroperasi.
Para pedagang kini menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk segera turun tangan. Mereka mendesak adanya langkah nyata, baik melalui stabilisasi pasokan maupun pengawasan distribusi bahan baku, guna menekan harga tepung di pasaran. Tanpa adanya kebijakan yang efektif untuk mengendalikan harga, keberlangsungan hidup para pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat ini benar-benar sedang dipertaruhkan.




