Terjebak Tarif Trump, Thailand dan Kamboja Justru Terlibat Konflik Perbatasan

Jakarta, Lahatsatu.com – Di tengah ancaman tarif impor baru dari Amerika Serikat (AS), Thailand dan Kamboja justru terlibat konflik bersenjata di wilayah perbatasan. Ketegangan ini

Agus sujarwo

Terjebak Tarif Trump, Thailand dan Kamboja Justru Terlibat Konflik Perbatasan

Jakarta, Lahatsatu.com – Di tengah ancaman tarif impor baru dari Amerika Serikat (AS), Thailand dan Kamboja justru terlibat konflik bersenjata di wilayah perbatasan. Ketegangan ini menambah rumit upaya kedua negara untuk menegosiasikan ulang tarif yang dikenakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengumumkan tarif balasan sebesar 36% untuk barang-barang impor dari Thailand dan Kamboja, yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. Menanggapi hal ini, kedua negara berencana untuk melakukan negosiasi dengan AS sebelum tanggal tersebut.

Terjebak Tarif Trump, Thailand dan Kamboja Justru Terlibat Konflik Perbatasan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sun Chanthol, menyatakan bahwa Kamboja telah berhasil menegosiasikan penurunan tarif dari 49% menjadi 36%. Namun, ia menekankan bahwa keputusan ini belum final dan Kamboja siap untuk bernegosiasi lebih lanjut. Pemerintah Kamboja juga berkomitmen untuk melindungi kepentingan pengusaha, pekerja, dan rakyat Kamboja.

Senada dengan Kamboja, Thailand juga berupaya untuk bernegosiasi dengan AS. Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, mengungkapkan bahwa pemerintah Thailand hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif 36% sebelum batas waktu yang ditentukan. Thailand bahkan telah mengirimkan klarifikasi tambahan dan detail akhir proposalnya kepada pejabat perdagangan AS.

Pichai berharap Thailand mendapatkan tarif baru yang sejalan dengan negara-negara tetangganya, seperti Vietnam (20%) dan Indonesia (19%).

Namun, di tengah upaya negosiasi tersebut, konflik bersenjata justru pecah di beberapa titik perbatasan Thailand dan Kamboja. Sengketa wilayah perbatasan menjadi pemicu utama konflik ini.

Pertanyaannya sekarang, mampukah kedua negara kembali duduk berunding dengan Pemerintah AS di tengah konflik yang berkecamuk? Atau, perundingan damai antara Thailand dan Kamboja menjadi prioritas utama sebelum kembali bernegosiasi dengan AS?

Waktu terus berjalan, dan Trump telah menegaskan bahwa tarif baru akan berlaku bagi negara-negara yang tidak berunding hingga batas waktu 1 Agustus. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan nasib negosiasi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1