Strategi Besar Danantara Bangkitkan Tekstil

lahatsatu.com – Industri tekstil nasional tengah bersiap menghadapi babak baru yang sangat ambisius. Melalui tangan dingin Danantara, sebuah rencana besar tengah digodok untuk menyelamatkan sekaligus

Agus sujarwo

Strategi Besar Danantara Bangkitkan Tekstil

lahatsatu.com – Industri tekstil nasional tengah bersiap menghadapi babak baru yang sangat ambisius. Melalui tangan dingin Danantara, sebuah rencana besar tengah digodok untuk menyelamatkan sekaligus memperkuat sektor tekstil di tanah air. Langkah ini tidak main-main, karena melibatkan suntikan dana yang sangat fantastis guna membentuk sebuah kekuatan baru di sektor manufaktur.

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, mengungkapkan bahwa Danantara berencana menggelontorkan investasi hingga mencapai angka Rp 100 triliun. Dana raksasa ini diproyeksikan untuk membangun sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus yang bergerak di bidang tekstil. Strategi utama yang akan dijalankan adalah dengan melakukan pengambilalihan atau akuisisi terhadap sejumlah pabrik tekstil yang ada.

Strategi Besar Danantara Bangkitkan Tekstil
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sarmuji menjelaskan bahwa langkah pengambilalihan ini bukan sekadar menambah aset, melainkan sebuah upaya konsolidasi. Rencananya, pabrik-pabrik yang diambil alih tersebut akan disinergikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, setiap pabrik tekstil yang ada saat ini memiliki spesialisasi dan keunggulan teknis yang berbeda-beda.

"Kami sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Danantara. Investasi yang disiapkan sangat besar, mencapai sekitar Rp 100 triliun. Rencananya, beberapa pabrik akan diambil alih secara sekaligus untuk kemudian dikelola dalam satu payung besar," ujar Sarmuji dalam sebuah kesempatan wawancara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan utama dari pembentukan BUMN tekstil ini terletak pada penggabungan keunggulan kompetitif. Dengan menyatukan berbagai pabrik yang memiliki keahlian berbeda, diharapkan akan tercipta sebuah ekosistem produksi yang tangguh dan mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di kancah internasional. Sinergi ini diharapkan mampu menutup celah kelemahan yang selama ini menghambat pertumbuhan industri tekstil nasional.

Selain aspek ekonomi dan daya saing, misi kemanusiaan juga menjadi alasan kuat di balik percepatan proyek ini. Sarmuji mengakui bahwa industri tekstil sempat mengalami masa sulit yang mengakibatkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai wilayah. Kehadiran BUMN tekstil baru ini diharapkan menjadi "rumah baru" bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian mereka.

"Kami berharap realisasinya bisa dilakukan secepat mungkin. Ada kebutuhan mendesak untuk menampung kembali tenaga kerja yang terkena dampak layoff. Sangat disayangkan jika keahlian mereka tidak segera dimanfaatkan kembali dalam industri yang lebih stabil," tambahnya.

Dengan adanya suntikan modal jumbo dan strategi penggabungan aset ini, pemerintah berharap industri tekstil Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang disegani. Langkah Danantara ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melakukan restrukturisasi industri secara masif dan terukur.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar