Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Digital

lahatsatu.com – Perubahan gaya hidup masyarakat yang kini serba digital menuntut sektor perbankan untuk terus beradaptasi dengan cepat. Menanggapi dinamika tersebut, Bank Mandiri mengambil langkah

Agus sujarwo

Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Digital

lahatsatu.com – Perubahan gaya hidup masyarakat yang kini serba digital menuntut sektor perbankan untuk terus beradaptasi dengan cepat. Menanggapi dinamika tersebut, Bank Mandiri mengambil langkah strategis dengan memperkuat ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Langkah ini diambil guna memenuhi ekspektasi nasabah yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan transaksi harian hingga pengelolaan investasi yang lebih modern.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menciptakan pengalaman nasabah (customer experience) yang unggul. Menurutnya, nasabah masa kini tidak hanya mencari kecepatan dan keamanan, tetapi juga solusi yang mampu menjawab kebutuhan hidup mereka secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap pengembangan layanan selalu berorientasi pada kenyamanan dan nilai tambah bagi pengguna.

Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Digital
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Bank Mandiri mengintegrasikan berbagai fungsi finansial ke dalam satu genggaman melalui aplikasi Livin’. Platform ini dirancang dengan kerangka kerja yang komprehensif, mencakup fitur menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), pembiayaan (Borrow Money), hingga investasi (Grow Money). Tak hanya urusan uang, aplikasi ini juga merambah ke sektor gaya hidup guna menciptakan ekosistem yang lengkap.

Salah satu inovasi terbaru yang menjadi sorotan adalah peluncuran layanan emas digital. Setelah mengantongi izin bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri resmi menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memiliki lisensi bulion. Melalui fitur ini, nasabah dapat membuka tabungan emas, melakukan jual beli, hingga mencicil emas secara digital. Menariknya, nasabah juga memiliki opsi untuk mencairkan emas fisik melalui kantor cabang atau mesin ATM Emas yang tersedia di berbagai kota.

Keberhasilan transformasi digital ini tercermin dari angka pertumbuhan yang signifikan. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri telah menyentuh angka 42,2 juta pengguna, melonjak 23,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Frekuensi transaksi pun tidak kalah impresif, mencapai 3,7 miliar transaksi atau tumbuh 21,6% secara tahunan. Pertumbuhan digital ini berdampak positif pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.687 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri.

Meski sangat mengandalkan teknologi, Bank Mandiri menyadari bahwa sentuhan manusia tetap tidak tergantikan. Perusahaan menerapkan pendekatan online-to-offline untuk menyambungkan layanan digital dengan jaringan fisik seperti kantor cabang dan ATM. Salah satu inovasi layanan pelanggan adalah Livin’ Call, yang memungkinkan nasabah menghubungi pusat bantuan tanpa biaya pulsa dan tanpa proses verifikasi identitas yang berbelit-belit.

Komitmen terhadap kualitas layanan ini pun membuahkan hasil manis. Bank Mandiri berhasil meraih predikat Sector Champion untuk kategori layanan keuangan serta gelar Grand Champion sebagai BUMN dengan skor layanan tertinggi dalam ajang Danantara Indonesia CX100. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara teknologi canggih dan pelayanan personal mampu membangun loyalitas nasabah yang kuat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar