lahatsatu.com – Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan distribusi. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kabar baik ini disampaikan Bahlil saat melakukan peninjauan langsung ke proyek strategis nasional di Kalimantan. Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah memantau perkembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek raksasa ini merupakan langkah krusial pemerintah untuk menekan angka impor BBM dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Dalam keterangannya, Bahlil mengungkapkan bahwa progres pembangunan RDMP Balikpapan telah mencapai angka 99 persen. Meskipun sudah hampir rampung, ia mengakui masih ada beberapa detail teknis yang sedang diselesaikan. "Untuk RDMP secara keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Hanya tinggal penyelesaian detail-detail kecilnya saja, karena ini barang baru. Tapi insyaallah akan segera kita selesaikan," ujar Bahlil sebagaimana dikutip pada Jumat (24/10/2026).
Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah melakukan penyesuaian teknis serta proses commissioning atau pengujian peralatan baru. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh sistem kilang dapat beroperasi secara optimal dan aman saat mulai beroperasi penuh nantinya.
Terkait ketersediaan stok saat ini, Bahlil memaparkan data yang cukup melegakan. Stok Pertalite tercatat mencukupi untuk kebutuhan 16 hingga 18 hari ke depan. Sementara itu, untuk jenis BBM nonsubsidi seperti RON 92, 95, dan 98, ketersediaannya dipastikan aman untuk lebih dari 20 hari. Untuk jenis solar, pasokan nasional sudah terpenuhi sepenuhnya tanpa bergantung pada impor. Di wilayah Kalimantan sendiri, ketersediaan BBM terpantau stabil dan setara dengan rata-rata nasional.
Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Bahlil menginstruksikan PT Pertamina untuk terus mengoptimalkan jalur distribusi agar BBM bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, seperti TNI dan Polri, untuk memperketat pengawasan serta menindak tegas segala bentuk praktik penimbunan BBM ilegal.
Salah satu tantangan yang sempat muncul adalah dampak fenomena El Nino yang menyebabkan pendangkalan di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Hal ini sempat menghambat jalur pengiriman BBM lewat sungai. Namun, Pertamina berhasil mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage) sebelum akhirnya disalurkan melalui jalur darat.
Sebagai catatan penting, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu investasi BUMN terbesar dengan nilai mencapai 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp126 triliun. Jika sudah beroperasi secara penuh, kilang ini diproyeksikan mampu memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan negara terhadap impor energi dari luar negeri.




