Misi Besar Agrinas Palma di Torganda

lahatsatu.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi memulai langkah strategis untuk melakukan peremajaan kebun sawit di kawasan eks Torganda. Langkah besar ini diambil menyusul

Agus sujarwo

Misi Besar Agrinas Palma di Torganda

lahatsatu.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi memulai langkah strategis untuk melakukan peremajaan kebun sawit di kawasan eks Torganda. Langkah besar ini diambil menyusul penetapan perusahaan sebagai pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor kelapa sawit, sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2026.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh mandat yang tertuang dalam dokumen PSN. Mandat ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola kebun-kebun yang menjadi objek Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Misi Besar Agrinas Palma di Torganda
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Implikasinya, Agrinas Palma kini menjadi bagian integral dari PSN. Karena ini berkaitan dengan sektor sawit, kami akan menjalankan seluruh arahan yang tertulis, terutama karena status kami sebagai BUMN yang diberikan mandat khusus untuk mengelola lahan-lahan tersebut," ujar Ghani saat menghadiri agenda penyerahan dokumen PSN di Gedung Bappenas, Jakarta.

Salah satu fokus utama dalam rencana kerja Agrinas adalah melakukan peremajaan di areal eks Torganda. Namun, tantangan saat ini terletak pada status lahan seluas kurang lebih 48.000 hektare yang masih tercatat sebagai hutan produksi. Pihak perusahaan tengah mengupayakan perubahan status lahan tersebut agar dapat dialihfungsikan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) atau Hak Guna Usaha (HGU).

Proses perubahan alas hak ini tengah berjalan di Kementerian Kehutanan melalui tim terpadu. Ghani berharap proses administratif ini dapat segera tuntas dalam waktu dekat agar penelitian lapangan dapat segera dilakukan. Setelah status lahan resmi berubah, Agrinas berencana membangun ekosistem perkebunan yang terintegrasi antara kebun inti dan kebun plasma untuk masyarakat.

Menariknya, Agrinas akan menerapkan model manajemen baru untuk kebun plasma. Perusahaan tidak hanya memberikan lahan, tetapi juga menempatkan manajemen khusus yang melayani petani secara harian. Skema ini mencakup pendampingan pendanaan, pengelolaan organisasi, manajemen keuangan, hingga aspek kultur teknis. Pola ini merupakan adaptasi dari keberhasilan pengelolaan tebu di Jawa Timur.

"Target kami adalah produktivitas dan rendemen Tandan Buah Segar (TBS) petani plasma harus setara dengan kebun inti milik Agrinas. Kami akan menugaskan petugas khusus atau penyuluh pertanian untuk memastikan target ini tercapai," tambah Ghani.

Selain fokus pada kesejahteraan petani, Agrinas juga mengemban misi besar untuk mendukung program energi nasional, yaitu B50 dan B60. Perusahaan menargetkan kontribusi sebesar 600.000 kiloliter biodiesel pada Desember 2027 guna memperkuat ketahanan energi nasional melalui program B50.

Sementara itu, Sekretaris Tim Koordinasi Perencanaan Pengendalian PSN Kementerian PPN/Bappenas, Kurniawan Ariadi, menjelaskan bahwa PSN sawit ini mencakup aspek sawit negara dan sawit rakyat. Agrinas ditunjuk sebagai pelaksana utama untuk memperkuat tata kelola sektor hulu, sementara sisi hilir akan dikelola oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Pemerintah melalui Bappenas akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh mandat dalam Perpres Nomor 68 Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar