Kesepakatan Trump Putin Kirim Solar ke AS

lahatsatu.com – Dinamika geopolitik global kembali memanas setelah sebuah kesepakatan mengejutkan tercapai antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah diplomasi

Agus sujarwo

Kesepakatan Trump Putin Kirim Solar ke AS

lahatsatu.com – Dinamika geopolitik global kembali memanas setelah sebuah kesepakatan mengejutkan tercapai antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah diplomasi ini memicu perubahan drastis dalam peta perdagangan energi dunia, di mana Rusia kini mulai mengirimkan pasokan solar ke Amerika Serikat. Sebuah kapal tanker dilaporkan tengah berlayar melintasi samudra menuju pelabuhan di New York, menandai babak baru dalam hubungan perdagangan minyak antara kedua negara tersebut.

Pengiriman ini menjadi momen bersejarah sekaligus kontroversial, mengingat ini merupakan impor produk minyak pertama dari Rusia ke Amerika Serikat sejak era pemerintahan Joe Biden. Pada tahun 2022, Biden telah mengeluarkan kebijakan larangan keras terhadap seluruh produk minyak bumi asal Rusia sebagai bentuk sanksi atas konflik yang terjadi. Namun, kebijakan tersebut kini tampak mulai melonggar di bawah kendali Trump.

Kesepakatan Trump Putin Kirim Solar ke AS
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan data pelacakan kapal yang dirilis pada Jumat (23/10/2026), langkah ini merupakan realisasi dari kesepakatan yang diumumkan Trump awal bulan ini. Keputusan berani ini diambil sebagai strategi untuk meredam lonjakan harga diesel di pasar domestik Amerika Serikat. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat AS tengah bersiap menghadapi pemilihan umum paruh waktu yang dijadwalkan pada 3 November mendatang, di mana stabilitas harga energi sering kali menjadi faktor penentu suara pemilih.

Dalam upaya menstabilkan ekonomi, Trump bahkan memberikan pengecualian khusus terhadap beberapa poin dalam undang-undang sanksi AS terhadap Rusia. Tak hanya itu, Trump juga menunjukkan sikap tegas terhadap kawasan Eropa. Ia mengancam akan menghentikan ekspor solar dari Amerika Serikat ke Eropa jika negara-negara di benua tersebut tidak segera menggunakan cadangan energi darurat mereka guna membantu menekan harga pasar global.

Data dari LSEG menunjukkan bahwa kapal tanker berbendera Malta, Agioi Fanendes, telah memuat sekitar 40.000 metrik ton solar dengan kadar sulfur sangat rendah dari Pelabuhan Primorsk di kawasan Laut Baltik pada 22 Oktober. Kapal berukuran sedang ini diprediksi akan bersandar di Amerika Serikat pada 7 November mendatang. Meski identitas pihak pembeli dan penjual dalam transaksi raksasa ini masih dirahasiakan, skala pengiriman ini dipastikan sangat masif.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan bahwa Rusia akan segera mengekspor total 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global. Rencana ini akan diikuti dengan pengiriman tambahan sebesar 500.000 ton pada bulan November, dan akan melonjak hingga 1 juta ton pada periode berikutnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa kapal pertama tersebut memang telah berangkat. Peskov menyatakan bahwa Kementerian Energi Rusia telah melaporkan keberangkatan tanker tersebut menuju pembelinya dan menjamin bahwa pengiriman selanjutnya akan berjalan secara stabil. Kesepakatan ini juga secara otomatis mencabut larangan ekspor diesel yang sebelumnya diterapkan Rusia secara sepihak, sekaligus mengubah arah kebijakan energi yang sebelumnya sangat ketat akibat embargo Uni Eropa sejak awal 2023.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar