Solusi Nyata Mentan Untuk Petani Lampung

lahatsatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons berbagai keluhan yang disampaikan oleh para petani di Provinsi Lampung. Sebagai bentuk komitmen pemerintah

Agus sujarwo

Solusi Nyata Mentan Untuk Petani Lampung

lahatsatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons berbagai keluhan yang disampaikan oleh para petani di Provinsi Lampung. Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, Amran menjanjikan berbagai dukungan konkret, mulai dari penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga percepatan perbaikan infrastruktur sumber air.

Langkah ini diambil guna memastikan para petani tidak kesulitan dalam menjalankan usaha taninya, terutama di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu. Amran menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan di lapangan harus segera diubah menjadi solusi nyata agar produktivitas pertanian di daerah tetap terjaga.

Solusi Nyata Mentan Untuk Petani Lampung
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu fokus utama dalam kunjungan kerja tersebut adalah penanganan lahan puso atau lahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Berdasarkan laporan, terdapat sekitar 300 hektare lahan di Kabupaten Pringsewu yang terdampak serius. Menanggapi hal ini, Mentan menginstruksikan jajaran teknis Kementerian Pertanian untuk segera melakukan verifikasi lapangan agar bantuan benih gratis dapat segera didistribusikan kepada petani yang membutuhkan.

"Kami ingin menyelesaikan persoalan petani. Apa yang bisa kami bantu, akan segera kami tindak lanjuti. Jangan sampai mereka kesulitan menjalankan usaha taninya," ujar Amran dalam keterangannya pada Minggu (25/10/2026).

Selain bantuan benih, masalah pengairan menjadi perhatian serius. Untuk mengatasi keterbatasan akses air, Amran berjanji akan menyiapkan bantuan pompa air guna membantu mengairi lahan-lahan yang kering. Ia bahkan berencana melakukan koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk mengkaji kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar guna menarik sumber air dari area persawahan lain ke lahan yang terdampak.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut, Amran juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok buruh tani atau tukang tandur. Selama ini, para buruh tani seringkali terabaikan dalam skema bantuan pemerintah karena mereka tidak memiliki lahan sendiri. Namun, Amran mengumumkan bahwa regulasi telah diubah agar kelompok buruh tani kini bisa mengakses bantuan alat dan mesin pertanian.

"Kami sudah mengubah regulasi. Tukang tandur di seluruh Indonesia kini bisa menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah. Dulu mereka tidak bisa, sekarang sudah bisa," tegas Amran.

Sebagai langkah awal, Amran meminta para buruh tani untuk membentuk kelompok agar pengajuan bantuan dapat dilakukan secara terorganisasi. Ia menjanjikan bantuan berupa traktor tangan bagi kelompok-kelompok buruh tani yang telah terdata.

Di akhir kunjungannya, Amran menekankan bahwa pemerintah memiliki mandat langsung dari Presiden untuk memastikan kesejahteraan petani. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada petani yang merasa kesulitan atau "disakiti" oleh kebijakan pemerintah, terutama dalam hal akses terhadap sarana produksi dan perlindungan harga komoditas. Melalui langkah nyata ini, pemerintah berharap stabilitas produksi pangan nasional dapat terus terjaga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar