Jakarta – Guncangan mengguncang dunia startup Indonesia. eFishery, perusahaan rintisan di sektor perikanan, tengah menghadapi sorotan tajam menyusul penangguhan sementara jabatan CEO Gibran Huzaifah dan CPO Chrisna Aditya. Dugaan penyelewengan dana perusahaan menjadi penyebab utama tindakan tegas dewan direksi tersebut.
Adhy Wibisono ditunjuk sebagai CEO interim untuk mengisi kekosongan kepemimpinan. Langkah ini diambil setelah investigasi internal menemukan indikasi penyelewengan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Edward Ismawan Chamdani, Managing Partner Ideosource VC sekaligus bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), memberikan komentarnya terkait situasi ini. Ideosource merupakan salah satu investor awal eFishery. Menurut Edward, kasus ini merupakan fenomena umum yang kerap terjadi pada startup yang sedang dalam fase pertumbuhan pesat.
"Banyak founder awal yang belum memiliki pengalaman mengelola perusahaan berskala besar, baik dari segi keuangan maupun operasional," ujar Edward. Ia menekankan pentingnya tata kelola perusahaan (governance) dan manajemen risiko yang kuat sebagai kunci keberhasilan startup dalam menghadapi tantangan pertumbuhan.
Edward juga menyoroti tekanan yang dihadapi startup, khususnya dalam memenuhi ekspektasi investor yang telah menggelontorkan dana di awal. Kondisi pasar yang dinamis seringkali membuat metrik dan rasio kinerja perusahaan harus mencapai standar yang lebih tinggi. Meskipun menyayangkan kejadian ini dan mengakui dampaknya terhadap kepercayaan investor, Edward tetap optimis terhadap potensi sektor startup Indonesia.
"Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak," tutup Edward. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan rintisan, khususnya dalam menjaga kepercayaan investor dan memastikan keberlanjutan bisnis.




