Untung Gede dari Taruhan Konflik AS-Iran, Enam Akun Diduga Bermain Curang

Jakarta, Lahatsatu.com – Enam akun di platform prediksi Polymarket mendadak menjadi sorotan setelah berhasil meraup keuntungan fantastis senilai total US$ 1,2 juta atau setara Rp

Agus sujarwo

Untung Gede dari Taruhan Konflik AS-Iran, Enam Akun Diduga Bermain Curang

Jakarta, Lahatsatu.com – Enam akun di platform prediksi Polymarket mendadak menjadi sorotan setelah berhasil meraup keuntungan fantastis senilai total US$ 1,2 juta atau setara Rp 20,16 miliar. Keuntungan besar ini didapatkan dari taruhan yang tepat sasaran, yaitu prediksi serangan Amerika Serikat ke Iran pada akhir Februari lalu.

Keberhasilan ini memicu kecurigaan adanya praktik insider trading atau perdagangan orang dalam. Diduga, pemilik akun-akun tersebut memiliki informasi rahasia terkait rencana serangan tersebut, sehingga mampu memprediksi dengan akurat dan meraup keuntungan besar.

Untung Gede dari Taruhan Konflik AS-Iran, Enam Akun Diduga Bermain Curang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perusahaan analisis blockchain, Bubblemaps SA, mengungkapkan bahwa keenam akun tersebut baru dibuat bulan lalu dan hanya aktif bertaruh pada satu isu: waktu serangan AS ke Iran. Lebih mencurigakan lagi, taruhan-taruhan tersebut dipasang hanya beberapa jam sebelum bom pertama dijatuhkan di Teheran.

Salah satu akun bahkan sempat melakukan kesalahan prediksi di awal. Namun, taruhan berikutnya senilai lebih dari US$ 26.000 yang memprediksi serangan pada hari Sabtu, justru menghasilkan keuntungan lebih dari US$ 174.000.

Kasus ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan Polymarket. Sebelumnya, platform ini juga disorot setelah seorang pengguna anonim berhasil meraup lebih dari US$ 400.000 dari taruhan terkait invasi pemerintahan Donald Trump ke Venezuela dan penggulingan Presiden Nicolás Maduro.

Praktik ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota parlemen Amerika Serikat. Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat bahkan menyebut praktik tersebut "tidak masuk akal" jika tetap dianggap legal. Ia berjanji akan mengajukan undang-undang untuk melarang praktik serupa.

CEO Bubblemaps, Nicolas Vaiman, menjelaskan bahwa pasar prediksi seperti Polymarket memungkinkan orang untuk bertaruh langsung pada peristiwa geopolitik. Hal ini membuka peluang bagi pihak yang memiliki informasi lebih awal untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Situasi ini semakin rumit karena Polymarket memungkinkan penggunanya untuk bertaruh secara anonim menggunakan mata uang kripto. Dengan hanya memerlukan dompet kripto, praktik perdagangan berbasis informasi orang dalam menjadi sulit untuk dilacak dan diinvestigasi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1