Siapa Pengendali Baru Bayan Resources

lahatsatu.com – Dunia bisnis pertambangan tanah air tengah dihebohkan dengan kabar pergeseran kekuatan di tubuh PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pasca munculnya aksi akuisisi saham

Agus sujarwo

Siapa Pengendali Baru Bayan Resources

lahatsatu.com – Dunia bisnis pertambangan tanah air tengah dihebohkan dengan kabar pergeseran kekuatan di tubuh PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pasca munculnya aksi akuisisi saham dalam jumlah besar oleh PT Jhonlin Baratama, muncul pertanyaan besar di kalangan investor: siapakah sebenarnya nakhoda utama di balik raksasa batu bara ini? Apakah kendali kini telah berpindah ke tangan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam, ataukah Low Tuck Kwong masih memegang kemudi penuh?

Ketidakpastian ini mencuat setelah PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam, resmi mengambil alih 30 persen saham di BYAN. Langkah strategis ini memicu spekulasi mengenai perubahan peta kekuatan di jajaran pemegang saham maupun manajemen perusahaan. Namun, di tengah riuhnya rumor tersebut, pihak manajemen Bayan Resources memberikan klarifikasi resmi untuk menenangkan pasar.

Siapa Pengendali Baru Bayan Resources
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan informasi keterbukaan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, status kepemilikan saham menunjukkan komposisi yang cukup signifikan. Meskipun Haji Isam melalui perusahaannya telah masuk ke dalam struktur kepemilikan, Low Tuck Kwong dipastikan masih menjadi pemegang saham utama. Low Tuck Kwong tercatat masih menggenggam 6.951.170.541 lembar saham BYAN, yang setara dengan 20,853 persen dari total saham perseroan.

Tak sendirian, Low Tuck Kwong juga didampingi oleh putrinya, Elaine Low, yang memegang kendali atas 3.799.584.529 saham atau sekitar 11,399 persen. Dengan kombinasi kepemilikan tersebut, posisi Low Tuck Kwong dan keluarganya masih sangat dominan dalam menentukan arah kebijakan perusahaan.

Direktur BYAN, Alexander Ery Wibowo, menegaskan bahwa hingga saat ini, posisi Low Tuck Kwong sebagai pengendali perseroan tidak berubah. "Sampai dengan tanggal surat ini dan berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dato’ Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali Perseroan," ungkap Alexander dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Selasa (29/9/2026).

Lebih lanjut, Alexander juga menepis kekhawatiran mengenai adanya perombakan di jajaran manajemen. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan perubahan pada susunan Direksi maupun Dewan Komisaris. Pihak perusahaan juga belum menerima permintaan untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang bertujuan membahas perubahan struktur pengurus tersebut.

Sebelumnya, diketahui bahwa Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sale and purchase agreement) dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026. Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham biasa milik perseroan. Transaksi besar ini menandai babak baru kolaborasi atau setidaknya kehadiran kekuatan baru di dalam struktur modal Bayan Resources, meskipun kendali tertinggi masih berada di tangan sang taipan batu bara lama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar