lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kejutan besar bagi masyarakat menjelang penghujung tahun melalui paket stimulus ekonomi yang masif. Salah satu program yang paling mencuri perhatian adalah inisiatif "Satu Orang Satu Rekening". Program ambisius ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan tunai, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperluas akses layanan keuangan formal di seluruh pelosok negeri.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan pembukaan rekening baru bagi sekitar 25,16 juta penduduk dewasa yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Menariknya, setiap rekening yang berhasil dibuka akan langsung mendapatkan saldo awal sebesar Rp50.000. Untuk merealisasikan mimpi besar ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp1,28 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan tahap finalisasi agar program tersebut dapat segera dinikmati masyarakat. "Proses pematangan rekening gratis ini sedang berjalan. Targetnya, dalam dua bulan ke depan program ini sudah bisa direalisasikan," ujar Airlangga dalam keterangannya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendongkrak angka inklusi keuangan nasional. Fokus utama program ini menyasar masyarakat berusia 17 tahun ke atas, khususnya mereka yang berada dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga desil 4, yang selama ini belum memiliki akses ke perbankan formal.
Namun, stimulus ekonomi akhir tahun tidak berhenti pada urusan rekening saja. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai bantuan sosial lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram yang akan disalurkan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga mendapat perhatian khusus melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Sebanyak 13,3 juta pekerja dengan kriteria gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) akan menerima bantuan tunai sebesar Rp900 ribu.
Menjelang musim libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah juga memberikan "karpet merah" bagi masyarakat yang ingin bepergian melalui berbagai insentif transportasi. Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah akan menanggung 100 persen PPN tiket, yang diproyeksikan dapat dinikmati oleh 3,75 juta penumpang.
Tak hanya udara, sektor darat dan laut pun tak ketinggalan. Penumpang kereta api akan mendapatkan diskon tiket sebesar 30 persen, sementara penumpang kapal laut milik PT Pelni juga masuk dalam daftar penerima manfaat. Bahkan, tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry akan digratiskan bagi sekitar 1,42 juta penumpang selama periode libur panjang tersebut.
Langkah-langkah stimulus ini diharapkan mampu memutar roda ekonomi di penghujung tahun, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi pemerintah dalam merancang berbagai program ekonomi yang lebih luas pada tahun 2027 mendatang.




