lahatsatu.com – Dunia bisnis saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma yang sangat drastis. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode konvensional jika ingin bertahan di tengah persaingan yang kian sengit. Adaptasi terhadap teknologi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga napas bisnis agar tetap eksis dan terus berkembang.
Fenomena transformasi digital ini tercermin nyata dalam kisah inspiratif dua pelaku usaha asal Surabaya, Jawa Timur. Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed menjadi bukti hidup bagaimana sentuhan teknologi mampu mengubah nasib sebuah bisnis, mulai dari usaha rumahan dengan modal minim hingga menyelamatkan bisnis keluarga yang hampir gulung tikar.

Kisah pertama datang dari Makaroni SOS, sebuah jenama camilan yang dirintis oleh kakak beradik Ahmad Adi Drajad dan Ayna Dai Makmur pada September 2021. Memulai langkah di tengah ketidakpastian pandemi dengan modal yang sangat terbatas, yakni di bawah Rp500 ribu, mereka mencoba peruntungan di pasar daring.
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Dari sekadar ide sederhana, kini Makaroni SOS telah bertransformasi menjadi pemain besar dengan fasilitas produksi mandiri. Mereka mampu menangani pesanan yang mencapai 1.600 hingga 2.000 paket setiap harinya. Bahkan, saat momentum kampanye tanggal kembar, angka penjualan mereka melonjak hingga tiga kali lipat. Strategi mereka sangat agresif, salah satunya dengan memanfaatkan fitur siaran langsung atau live streaming hampir 24 jam nonstop untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Berbeda dengan Makaroni SOS, Trendy Spring Bed menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Sebagai bisnis keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1990, mereka sempat mengalami masa sulit akibat penurunan kondisi kesehatan pemilik serta masalah keuangan yang nyaris membawa perusahaan ke ambang kebangkrutan. Kendala logistik pada produk berukuran besar juga sempat menghambat ekspansi pasar mereka.
Namun, titik balik muncul ketika manajemen mulai merambah ekosistem digital. Melalui inovasi produk kasur tipe Synchronize Bonell Spring yang dapat divakum dan digulung, mereka berhasil memangkas biaya pengiriman secara signifikan. Penggunaan fitur iklan digital dan siaran langsung juga membuahkan hasil manis. Dengan modal iklan yang relatif kecil, mereka mampu mencatatkan omzet yang melonjak tajam, bahkan mencapai angka ratusan juta rupiah dalam waktu singkat.
Melalui program Shopee Story Lab, kedua pelaku usaha ini berbagi strategi bahwa kunci utama kesuksesan di era digital adalah keberanian untuk mencoba hal baru dan konsistensi dalam riset pasar. Digitalisasi terbukti mampu memperpendek jarak antara produsen dan konsumen, sekaligus memberikan panggung bagi produk lokal untuk menjangkau seluruh pelosok negeri tanpa terkendala batas geografis.




