Jakarta, Lahatsatu.com – Nilai tukar Rupiah kembali tertekan oleh Dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (17/7/2025). Mata uang Garuda harus mengakui keunggulan Dolar AS hingga menembus level Rp 16.315.
Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.15 WIB, Dolar AS tercatat menguat 28,50 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen pasar terkait pengumuman kesepakatan dagang antara AS dan Indonesia oleh Presiden AS Donald Trump.

Selain terhadap Rupiah, Dolar AS juga menunjukkan dominasinya terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Penguatan terlihat terhadap Dolar Taiwan (0,06%), Won Korea Selatan (0,18%), Rupee India (0,15%), Baht Thailand (0,23%), Ringgit Malaysia (0,09%), Yen Jepang (0,35%), Dolar Singapura (0,21%), dan Dolar Australia (0,66%). Sementara terhadap Dolar Hong Kong, nilai Dolar AS terpantau stagnan.
Di sisi lain, Dolar AS mengalami pelemahan tipis terhadap Peso Filipina (0,17%) dan Yuan China (0,01%).
Seperti diketahui, Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Indonesia setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia tidak mengenakan tarif atas ekspor dari AS, sementara AS akan mengenakan tarif 19% atas produk dari Indonesia, lebih rendah dari tarif sebelumnya sebesar 32%.
Trump juga mengklaim bahwa tarif yang dikenakan AS kepada Indonesia merupakan yang terendah dibandingkan negara lain seperti Bangladesh, Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Filipina.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia berkomitmen untuk membeli energi AS senilai US$ 15 miliar, produk pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing, termasuk Boeing 777.




