RI Gandeng Swiss Perkuat Ketahanan Pangan

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah bergerak cepat dalam memperkuat fondasi ketahanan nasional melalui penguatan infrastruktur dan kemandirian sumber daya. Langkah strategis ini ditempuh melalui misi

Agus sujarwo

RI Gandeng Swiss Perkuat Ketahanan Pangan

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah bergerak cepat dalam memperkuat fondasi ketahanan nasional melalui penguatan infrastruktur dan kemandirian sumber daya. Langkah strategis ini ditempuh melalui misi diplomatik ke Swiss yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjajaki kemitraan strategis guna mendukung agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan penting di Federal Palace, Bern, pada akhir September 2026, AHY bertemu dengan Presiden Konfederasi Swiss, Guy Parmelin. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial untuk membahas tiga pilar utama pembangunan Indonesia, yakni kemandirian pangan, pengelolaan sumber daya air, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

RI Gandeng Swiss Perkuat Ketahanan Pangan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

AHY menegaskan bahwa isu ketahanan pangan, pengelolaan air, dan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) bukan sekadar program biasa, melainkan agenda nasional yang mendesak untuk segera diwujudkan. Indonesia melihat Swiss sebagai mitra ideal karena keunggulan teknologi mereka yang sangat mumpuni di sektor-sektor tersebut.

Salah satu fokus utama dalam pembicaraan tersebut adalah pengelolaan sumber daya air. Indonesia berencana menggandeng Swiss untuk menangani masalah krusial seperti pengolahan limbah air, penyediaan akses air bersih bagi masyarakat, hingga pengembangan energi hidro (hydro power). Selain itu, pemerintah juga menyoroti upaya mengatasi intrusi air laut yang kian mengancam wilayah pesisir utara Jawa (Pantura).

Tidak hanya soal air, kerja sama ini juga menyentuh sektor konektivitas. Indonesia tengah membuka pintu lebar bagi investasi Swiss dalam pengembangan infrastruktur transportasi, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, guna memperkuat sistem logistik nasional.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Swiss Guy Parmelin menyatakan kesiapan negaranya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Swiss memandang Indonesia sebagai mitra ekonomi yang sangat strategis di kawasan Asia, terutama dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur masa depan.

Untuk melihat langsung efektivitas teknologi yang ditawarkan, AHY melakukan serangkaian kunjungan lapangan. Ia meninjau fasilitas riset di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) untuk melihat inovasi model pompa hidraulik. Ia juga mengunjungi pembangkit listrik tenaga air di Veytaux yang menggunakan teknologi pumped-storage hydropower yang sangat efisien.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah teknologi pengolahan air limbah di ARA Bern yang mampu mengubah limbah menjadi biogas dan energi, sekaligus menjaga kualitas air sungai Aare tetap bersih dan aman dikonsumsi. Selain meninjau teknologi, AHY juga melakukan pertemuan dengan berbagai asosiasi bisnis dan investor besar Swiss, termasuk pengelola Zurich Airport Ltd, guna memastikan kerja sama ini dapat segera diimplementasikan secara nyata di tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar