Ramadan Tingkatkan Produksi Cincau Hitam di Palembang

Palembang – Aroma khas cincau hitam memenuhi udara di sebuah rumah produksi di Jalan Putri Rambut Selako, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Bukan sembarang rumah

Agus sujarwo

Ramadan Tingkatkan Produksi Cincau Hitam di Palembang

Palembang – Aroma khas cincau hitam memenuhi udara di sebuah rumah produksi di Jalan Putri Rambut Selako, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Bukan sembarang rumah produksi, tempat ini selama tiga tahun terakhir menjadi pemasok cincau hitam yang laris manis, terutama saat Ramadan. Ahmad Cincau, demikian nama yang dikenal masyarakat sekitar, sejatinya memproduksi tahu putih. Namun, ketika bulan suci tiba, produksi cincau hitam pun dimulai.

Reputasi ID mencatat, proses pembuatan cincau hitam di tempat ini masih mengandalkan cara tradisional. Irfan, salah satu pegawai Ahmad Cincau, menjelaskan, daun cincau yang didatangkan dari Pulau Jawa direbus hingga mendidih, lalu disaring dan diperas untuk mengambil sarinya. Sari tersebut kemudian dimasak selama sekitar 30 menit bersama sagu, lalu dituang ke dalam loyang-loyang persegi untuk didinginkan.

Ramadan Tingkatkan Produksi Cincau Hitam di Palembang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Produksi cincau hitam hanya dilakukan saat Ramadan," ujar Irfan. "Kalau hari biasa, kami fokus pada produksi tahu putih."

Lonjakan permintaan selama Ramadan sangat signifikan. Jika biasanya hanya memproduksi dua tong cincau, selama Ramadan, Ahmad Cincau mampu menghasilkan hingga 600 loyang per hari! Empat tong besar digunakan untuk memasak adonan cincau, masing-masing tong mampu menghasilkan 150 loyang. Proses memasak hingga siap jual membutuhkan waktu tiga jam.

Cincau hitam produksi Ahmad Cincau dipasarkan ke Pasar Induk Jakabaring dan sebagian langsung dijual di pabrik. Harga per loyang pun mengalami kenaikan, dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 selama Ramadan.

Kendala produksi hanya muncul saat hujan. "Cuaca dingin membuat sulit memanaskan api, karena kami masih menggunakan kayu bakar," tambah Irfan.

Meski demikian, tingginya permintaan cincau hitam selama Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi Ahmad Cincau dan para pekerjanya. Minuman penyegar ini memang menjadi takjil favorit masyarakat Palembang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar