lahatsatu.com – PT Bank Jago Tbk berhasil mencetak capaian impresif dengan merangkul 3,6 juta nasabah yang terintegrasi melalui platform investasi Bibit dan Stockbit per Juli 2026. Kolaborasi strategis yang terjalin sejak 2021 ini menjadi kunci utama Bank Jago dalam memperluas jangkauan layanan perbankan digitalnya, menawarkan kemudahan berinvestasi langsung dari genggaman.
Nyoman Sukmawati, Head of Wealth Management Bank Jago, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (6/8/2026), mengungkapkan bahwa integrasi yang mereka bangun bersifat menyeluruh atau end-to-end. "Kami benar-benar merancang integrasi yang sangat komprehensif, dari hulu ke hilir. Tujuannya agar proses onboarding menjadi jauh lebih sederhana dan mudah bagi nasabah, baik dari Bibit yang ingin memiliki aplikasi Jago maupun sebaliknya," jelas Nyoman. Ia menambahkan, jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terhubung dengan Bibit dan Stockbit kini telah mendekati angka 2 juta.

Melihat komposisi portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit, saham mendominasi dengan porsi 48,4%, diikuti oleh reksa dana sebesar 38,6%, dan obligasi 13%. Dari sisi frekuensi transaksi, saham bahkan jauh lebih unggul dengan 88%, sementara reksa dana 11,9%, dan sisanya obligasi. "Dengan tren perkembangan ini, kami sangat optimistis melihat pertumbuhan ke depan. Kami yakin semakin banyak nasabah yang akan mulai mencoba diversifikasi investasi mereka ke produk-produk semacam ini," imbuh Nyoman.
Ke depan, Bank Jago berencana untuk menghadirkan fitur investasi emas digital. Nyoman menegaskan bahwa pengembangan fitur investasi baru memerlukan kajian mendalam dan kehati-hatian. "Kami sedang dalam tahap penjajakan untuk tabungan emas. Sebagai institusi perbankan, kami tentu menerapkan proses kehati-hatian dalam setiap kajian dan penilaian. Setelah proses ini dirasa cukup matang dan mendapatkan persetujuan dari regulator terkait produk baru, kami akan segera meluncurkannya," ungkapnya.
Di sisi lain, William, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, menyampaikan bahwa platform mereka kini telah menghimpun lebih dari 10 juta pengguna, di mana hampir 90% di antaranya adalah generasi milenial dan Z. Angka ini mengindikasikan tingginya minat kaum muda usia produktif terhadap platform investasi digital. "Tentu ada banyak faktor yang mendukung. Kami menyadari bahwa layanan investasi yang aman, mudah, sederhana, dan tanpa hambatan juga sangat ditopang oleh kondisi perekonomian. Ketika banyak penawaran umum perdana (IPO) atau ekonomi sedang dalam kondisi prima, dampaknya akan lebih terasa di pasar modal dibandingkan saat ekonomi lesu," pungkas William.




