Palembang – PT Pusri menggelar pelatihan Urban Farming bertajuk "Hijaukan Kota, Tingkatkan Pendapatan, dan Bangun Ketahanan Pangan dari Rumah". Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bercocok tanam di rumah, memaksimalkan lahan terbatas, dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau serta produktif.
Sebanyak 114 peserta antusias mengikuti pelatihan ini. Peserta terdiri dari beragam latar belakang, termasuk akademisi dari Universitas Sriwijaya, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan Universitas Indo Global Mandiri, pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Sumsel dan TJSL Pusri, anggota HIPMI BPC dan BPD Sumsel, komunitas petani milenial, serta warga sekitar operasional Pusri Palembang. Kehadiran Anggota DPRD Kota Palembang Dapil IV, Feby Anggi Pratama dan Ibu Diana, menunjukkan dukungan legislatif terhadap penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Para peserta mendapatkan pelatihan teknis komprehensif, mulai dari teknik bercocok tanam di pekarangan rumah, penggunaan pupuk efektif, peluang usaha pertanian perkotaan, hingga strategi pemasaran hasil panen. Praktisi pertanian urban membawakan materi, dilengkapi demonstrasi penanaman hidroponik, penanaman di pot, dan praktik kompos dari limbah rumah tangga. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pusri juga membagikan bibit sayuran dan buah-buahan kepada seluruh peserta.
VP TJSL Pusri, Alde Dyanrini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL Pusri yang konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan. "Kami ingin masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus memiliki peluang menambah pendapatan keluarga," ujarnya dalam keterangan resmi. Ia menekankan bahwa urban farming, meskipun terkesan sederhana, memberikan dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi. Pusri, bukan hanya berkontribusi di sektor pertanian nasional, tetapi juga aktif terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat.
CEO Rumah BUMN Sumsel, M. Awaluddin Alfarisi, menambahkan bahwa urban farming sejalan dengan amanat Presiden RI untuk mendukung ketahanan pangan nasional. "Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, kegiatan ini membangun lingkungan yang lebih hijau dan produktif, bahkan di lahan terbatas," tegasnya. Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak rumah tangga di Palembang dan sekitarnya untuk menerapkan urban farming, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan, ketahanan pangan lokal, dan kesejahteraan masyarakat.



