Jakarta – Industri tekstil dalam negeri tengah menghadapi tantangan berat akibat meroketnya harga bahan baku. Kenaikan harga yang signifikan ini memaksa para pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian produksi demi menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tekanan biaya yang semakin tinggi.
Harga bahan baku tekstil yang terus melonjak menjadi perhatian utama bagi industri pakaian di Indonesia. Dampaknya terasa hingga ke biaya produksi, di mana terjadi peningkatan sekitar Rp2.000 per satuan produk. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor, termasuk lonjakan harga bahan baku global dan gangguan pada rantai pasokan yang belum sepenuhnya pulih.

Para pelaku usaha mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku ini menjadi tantangan serius yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan harga bahan baku tekstil impor di tingkat ritel mencapai rata-rata Rp7.000 per yard. Jika tekanan biaya ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga pakaian di pasaran juga akan mengalami kenaikan.
Meskipun demikian, industri tekstil berharap agar stabilitas harga dapat segera tercapai. Dengan stabilnya harga bahan baku, diharapkan produksi dapat berjalan lancar dan harga jual tetap terjangkau bagi konsumen. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini dan menjaga daya saing industri tekstil nasional.



