Proyek Raksasa Masela Segera Beroperasi

lahatsatu.com – Langkah besar menuju kemandirian energi nasional kembali menunjukkan sinyal positif. Proyek strategis nasional, LNG Abadi Masela, baru saja mencatatkan pencapaian krusial dalam rangkaian

Agus sujarwo

Proyek Raksasa Masela Segera Beroperasi

lahatsatu.com – Langkah besar menuju kemandirian energi nasional kembali menunjukkan sinyal positif. Proyek strategis nasional, LNG Abadi Masela, baru saja mencatatkan pencapaian krusial dalam rangkaian pengembangannya. INPEX Masela Ltd. secara resmi mengumumkan bahwa tahap perancangan teknik atau Front-End Engineering Design (FEED) telah berhasil diselesaikan lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penyelesaian tahap FEED ini menjadi tonggak sejarah penting karena proses perancangan teknis yang mencakup detail desain, spesifikasi mendalam, hingga kebutuhan teknis proyek telah rampung pada Oktober 2026. Keberhasilan ini melampaui target awal yang semula diproyeksikan selesai pada akhir tahun ini. Dengan tuntasnya tahap ini, fondasi teknis untuk membangun fasilitas LNG Abadi kini telah berdiri kokoh, memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan mengenai kelayakan teknis proyek raksasa tersebut.

Proyek Raksasa Masela Segera Beroperasi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ruang lingkup pekerjaan dalam tahap FEED ini sangat kompleks dan mencakup berbagai komponen vital. Mulai dari sistem subsea umbilical, riser, and flowline (SURF), pembangunan pipa ekspor gas, hingga penyediaan fasilitas produksi terapung yang canggih. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan unit floating production storage and offloading (FPSO) serta fasilitas pengolahan LNG di darat yang akan menjadi jantung produksi gas nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi tinggi atas efisiensi kerja yang ditunjukkan oleh tim INPEX. Dalam acara INPEX – FEED Completion Ceremony yang digelar di Jakarta Selatan, Djoko mengungkapkan rasa bangganya karena proses ini bisa selesai tiga bulan lebih cepat dari estimasi. Menurutnya, keberhasilan ini akan mempercepat langkah menuju tahap Final Investment Decision (FID).

"Alhamdulillah, akhirnya lebih cepat tiga bulan, selesai di Oktober. Tepuk tangan untuk Inpex. Kami berharap FID bisa segera diambil, kalau bisa akhir tahun ini atau paling lambat Januari 2027," ujar Djoko dengan optimis.

Proyek LNG Abadi Masela bukanlah proyek sembarangan. Dengan nilai investasi yang menembus angka fantastis sebesar US$ 22 miliar, proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung energi masa depan. Target produksinya sangat masif, yakni mencapai 1.380 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd). Dari jumlah tersebut, sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun akan diproduksi, sementara 100 juta kaki kubik standar gas per hari akan dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia. Tak hanya gas, proyek ini juga diharapkan mampu menyumbang produksi kondensat hingga 35.000 barel per hari.

Pemerintah, melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, menekankan pentingnya percepatan proyek ini demi menjaga ketahanan energi nasional. Djoko menegaskan bahwa target operasional proyek ini diharapkan dapat dimulai pada tahun 2029 atau paling lambat pada tahun 2030. Kehadiran proyek Masela diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara melalui produksi gas yang melimpah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar