Misi Kemanusiaan Waskita Karya di Aceh

lahatsatu.com – Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan progres yang signifikan. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai salah satu perusahaan konstruksi

Agus sujarwo

Misi Kemanusiaan Waskita Karya di Aceh

lahatsatu.com – Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan progres yang signifikan. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai salah satu perusahaan konstruksi pelat merah, tengah memacu pengerjaan berbagai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mengembalikan fungsi infrastruktur serta kehidupan sosial masyarakat di Serambi Mekah tersebut.

Hingga saat ini, berbagai proyek penanganan kawasan pascabencana yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, hingga Kota Langsa telah mencapai kemajuan yang menggembirakan. Secara keseluruhan, realisasi pekerjaan di wilayah-wilayah tersebut sudah menyentuh angka hampir 70 persen. Khusus untuk penanganan bencana di Kota Langsa, progres pengerjaannya bahkan telah menembus angka 71,38 persen.

Misi Kemanusiaan Waskita Karya di Aceh
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat perusahaan terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November tahun lalu. Fokus utama tim di lapangan tidak hanya terbatas pada pembersihan sisa-sisa bencana, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur permanen.

"Tim kami di lapangan bekerja keras melakukan pembersihan drainase sepanjang lebih dari 61 ribu meter dan membersihkan pekarangan di sekitar 237 rumah warga. Selain itu, kami juga melakukan penanganan permanen berupa pembangunan drainase sepanjang 50.817 meter serta pengaspalan jalan sepanjang 20.023 meter," ujar Steven dalam keterangan resminya.

Selain infrastruktur jalan dan drainase, Waskita Karya juga memberikan perhatian khusus pada kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses air bersih. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), perusahaan tengah melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Proyek ini mencakup wilayah Meureudu di Pidie Jaya, Teupin Mane di Bireuen, hingga Lampahan di Bener Meriah. Langkah ini diambil guna memastikan warga tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Tak hanya infrastruktur fisik dan air bersih, aspek spiritual masyarakat juga menjadi prioritas. Waskita Karya tengah menangani proyek darurat untuk perbaikan prasarana peribadatan di 137 lokasi yang tersebar di 11 kabupaten atau kota di Aceh. Saat ini, progres pembangunan rumah ibadah tersebut telah mencapai 47,1 persen, dengan target penyelesaian seluruhnya pada akhir Desember mendatang.

"Bencana telah merusak banyak fasilitas umum, termasuk tempat ibadah yang sangat vital bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bangunan-bangunan ini kembali layak dan aman digunakan," tambah Steven.

Sebelumnya, Waskita Karya juga telah berhasil merampungkan lebih dari 500 hunian sementara (huntara) modular di Aceh Utara, Bener Meriah, dan Subulussalam. Hunian ini dirancang lengkap dengan fasilitas pendukung seperti gedung serbaguna, toilet, area cuci, dapur, hingga musala. Dengan selesainya proyek-proyek ini, diharapkan Aceh dapat segera bangkit dan pulih sepenuhnya dari dampak bencana yang pernah terjadi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar