Produksi Listrik Panas Bumi PGE Pecah Rekor

lahatsatu.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sukses menorehkan prestasi gemilang dalam operasional energi terbarukan di Indonesia. Hingga periode September 2026, perusahaan pengelola panas

Agus sujarwo

Produksi Listrik Panas Bumi PGE Pecah Rekor

lahatsatu.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sukses menorehkan prestasi gemilang dalam operasional energi terbarukan di Indonesia. Hingga periode September 2026, perusahaan pengelola panas bumi ini berhasil mencatatkan angka produksi listrik yang fantastis, yakni mencapai 4.113 gigawatt hour (GWh). Pencapaian ini bukan sekadar angka biasa, melainkan sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan atau all time high.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan produksi ini menunjukkan tren positif yang signifikan, yakni meningkat sebesar 9,86 persen. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi pengelolaan energi hijau yang dijalankan oleh manajemen perusahaan di tengah tantangan transisi energi global.

Produksi Listrik Panas Bumi PGE Pecah Rekor
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa lonjakan produksi ini merupakan hasil dari optimalisasi operasional yang dilakukan secara intensif di lima wilayah kerja utama. Kelima wilayah tersebut meliputi Kamojang, Ulubelu, Lumut Balai, Lahendong, dan Karaha. Menurutnya, sinergi antarwilayah kerja inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan listrik berbasis panas bumi.

Dari kelima wilayah tersebut, Kamojang memegang peranan paling krusial sebagai tulang punggung produksi. Lapangan dengan kapasitas terpasang sebesar 235 megawatt (MW) ini berhasil menyumbangkan sekitar 1.438 GWh hingga September 2026. Secara tahunan atau year on year (yoy), produktivitas di Kamojang juga mengalami kenaikan sebesar 8,4 persen.

Sementara itu, wilayah Ulubelu yang memiliki kapasitas 220 MW mencatatkan produksi sebesar 1.218 GWh dengan faktor kapasitas mencapai 87,33 persen. Meski demikian, Ahmad mengakui adanya sedikit koreksi produksi sebesar 0,6 persen secara tahunan di wilayah ini. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pergeseran waktu pemeliharaan (maintenance) serta penurunan jumlah uap. Namun, perusahaan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan kegiatan work over pada sumur-sumur di Ulubelu guna memulihkan dan meningkatkan kembali jumlah produksi uap sebelum akhir tahun.

Kabar baik juga datang dari wilayah Lumut Balai yang menunjukkan kinerja sangat positif dengan kapasitas pembangkit yang melampaui target, yakni mencapai 102 persen. Di sisi lain, PLTP Lahendong dengan kapasitas 120 MW turut menyumbang 658 GWh, tumbuh tipis 2,3 persen secara tahunan. Untuk wilayah Karaha, manajemen tengah fokus menjalankan program optimalisasi agar dapat mencapai kapasitas terpasang maksimal di angka 30 MW.

Menatap masa depan, PGE tidak ingin berpuas diri. Perusahaan tengah memacu pengembangan sejumlah proyek strategis, di antaranya Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. Ambisi besar telah ditetapkan, di mana PGE menargetkan kapasitas terpasang akan menyentuh angka 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028 dari posisi saat ini sebesar 727 megawatt. Lebih jauh lagi, perusahaan mematok target ambisius untuk mencapai kapasitas 1,8 GW pada tahun 2034 guna memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi bersih dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar