lahatsatu.com – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk akhirnya angkat bicara terkait berbagai isu miring yang menyerang penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta. Perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad ini secara tegas membantah kabar yang menyebutkan adanya praktik pengerahan massa atau penggunaan penonton bayaran demi memeriahkan acara tersebut.
Isu yang beredar luas melalui pemberitaan media dan pesan berantai di aplikasi percakapan tersebut menyebutkan bahwa pihak manajemen memberikan imbalan sebesar Rp 50.000 kepada warga untuk hadir sebagai penonton. Selain itu, muncul pula tudingan bahwa RANS memberikan instruksi khusus kepada aparat kepolisian hingga perangkat desa setempat agar memastikan kerumunan massa tersedia di lokasi acara.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Corporate Secretary RANS, Chintami Maranata Sihombing, memberikan klarifikasi resmi melalui keterbukaan informasi. Ia menegaskan bahwa perseroan sama sekali tidak terlibat dalam inisiatif, instruksi, maupun pendanaan terkait dugaan pengerahan warga tersebut. Menurutnya, tuduhan itu tidak berdasar pada fakta yang dilakukan oleh perusahaan.
Selain persoalan penonton bayaran, RANS juga mengonfirmasi adanya perubahan drastis pada daftar pengisi acara. Sejumlah musisi papan atas yang sedianya dijadwalkan tampil dalam RANS Carnival Yogyakarta memutuskan untuk mengundurkan diri secara mendadak. Chintami menjelaskan bahwa keputusan para musisi tersebut diambil berdasarkan pertimbangan pribadi masing-masing dalam menyikapi situasi yang berkembang menjelang acara.
Pihak manajemen menyatakan sangat menghormati keputusan para pengisi acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dinamika situasi di lapangan memang memengaruhi persiapan teknis, termasuk perubahan partisipasi dari para pelaku usaha yang sebelumnya telah berkomitmen.
Jika ditelusuri lebih dalam, gelombang pengunduran diri musisi ini dipicu oleh sentimen publik terkait kehadiran Raffi Ahmad dalam peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada akhir Oktober 2026. Meski Polda Metro Jaya telah mengklarifikasi bahwa kehadiran Raffi Ahmad hanyalah sebagai tamu undangan, namun reaksi publik tetap memberikan dampak psikologis bagi para pengisi acara yang akan tampil di Yogyakarta.
Sebagai langkah mitigasi, RANS memutuskan untuk tetap menjalankan agenda tersebut pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sleman, Yogyakarta, namun dengan konsep yang lebih sederhana. Alih-alih mengandalkan bintang besar, acara kini lebih difokuskan pada pemberdayaan musisi lokal, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif setempat.
Terkait dampak finansial, manajemen menyatakan masih melakukan evaluasi mendalam mengenai pengaruh perubahan konsep acara ini terhadap pendapatan perusahaan. Meski demikian, RANS memastikan bahwa situasi ini tidak mengganggu stabilitas operasional, kinerja keuangan, maupun arus kas perusahaan secara keseluruhan. Perusahaan berkomitmen untuk tetap transparan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan mendatang.




