Gen Z Kuasai Kawasan Industri IMIP

lahatsatu.com – Dunia industri di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, tengah mengalami pergeseran demografi yang sangat signifikan. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagai salah satu

Agus sujarwo

Gen Z Kuasai Kawasan Industri IMIP

lahatsatu.com – Dunia industri di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, tengah mengalami pergeseran demografi yang sangat signifikan. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagai salah satu raksasa pengolahan nikel terbesar di Indonesia, mencatatkan bahwa mayoritas tenaga kerjanya kini didominasi oleh generasi muda atau Generasi Z (Gen Z).

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Departemen HR PT IMIP, tercatat sebanyak 61.169 pekerja atau setara dengan 60,06 persen dari total seluruh karyawan merupakan bagian dari Gen Z. Kelompok usia yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012 ini telah menjadi tulang punggung utama dalam menjalankan roda operasional di kawasan industri terintegrasi tersebut.

Gen Z Kuasai Kawasan Industri IMIP
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara keseluruhan, total karyawan di kawasan IMIP telah mencapai angka 101.846 orang. Jika dirinci berdasarkan kelompok usia, komposisi tenaga kerja menunjukkan dominasi anak muda yang sangat kuat. Setelah Gen Z, posisi kedua ditempati oleh generasi milenial (usia 30-45 tahun) sebanyak 38.750 pekerja atau 38,05 persen. Sementara itu, kelompok Gen X ke atas (usia 46 tahun ke atas) hanya mencakup 1,2 persen atau sebanyak 1.927 pekerja.

Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengungkapkan bahwa fenomena ini merupakan bukti nyata bahwa sektor industri berat kini menjadi magnet bagi angkatan kerja produktif. Menurutnya, keterlibatan Gen Z ini mencakup berbagai lini, mulai dari sektor operasional produksi di lapangan hingga fungsi pendukung di kantor.

"Dominasi ini memperlihatkan bahwa sektor industri adalah jalur strategis bagi anak muda untuk mendapatkan pengalaman profesional dan mengasah kompetensi mereka sesuai standar dunia kerja modern," ujar Dedy dalam keterangan resminya.

Menariknya, keberagaman latar belakang pendidikan juga terlihat jelas di kawasan ini. Dari sisi kualifikasi, lulusan SMA/SMK menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 65.965 orang atau 64,77 persen. Disusul oleh lulusan S1 sebanyak 28.623 orang (28,10 persen), lulusan Diploma sebanyak 4.766 orang (4,68 persen), serta sisanya merupakan lulusan jenjang SD, SLTP, hingga Pascasarjana.

Dedy menekankan bahwa bekerja di industri bukan sekadar urusan mencari nafkah. Bagi generasi muda, lingkungan kerja seperti di IMIP adalah laboratorium nyata untuk membentuk karakter. Di sana, mereka belajar tentang disiplin tinggi, penguasaan teknis, pemahaman mendalam mengenai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga kemampuan kolaborasi dalam tim yang solid.

Namun, Dedy juga memberikan catatan penting bagi para pencari kerja muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi industri, kesiapan mental dan kemampuan adaptasi menjadi kunci utama. Ia mendorong adanya penguatan melalui pendidikan vokasi dan pelatihan praktik agar kompetensi pencari kerja dapat selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Lebih lanjut, ia berharap kehadiran IMIP tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal serta memperkuat struktur ekonomi nasional melalui hilirisasi mineral yang berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar