Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap optimistis target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) sebesar Rp 134 triliun akan tercapai, meskipun produksi batu bara tahun ini dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton.
Tri, perwakilan Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa pemangkasan produksi ini justru berpotensi mendorong kenaikan harga batu bara di pasar global. Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan melalui platform digital seperti E-PNBP dan menerapkan kebijakan pengawasan yang lebih ketat.

"Dengan harga yang naik dan optimalisasi penerimaan melalui aplikasi E-PNBP, serta pengawasan yang lebih ketat, kami yakin target PNBP akan tercapai," ujar Tri dalam acara Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit di Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemangkasan produksi batu bara dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan global, serta menstabilkan harga. Langkah ini diambil karena Indonesia saat ini menyumbang sekitar 43% dari total perdagangan batu bara global yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun.
"Tujuannya adalah menjaga harga batu bara tetap baik dan memastikan sumber daya alam ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Pengelolaan sumber daya alam harus berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keadilan," tegas Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga batu bara, mengoptimalkan penerimaan negara, dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.




























