Pasokan Gas Nasional Surplus, PGN Bantah Isu Defisit

Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN), Arief Setiawan Handoko, membantah keras narasi yang menyebutkan Indonesia mengalami defisit gas. Justru sebaliknya, Arief

Agus sujarwo

Pasokan Gas Nasional Surplus, PGN Bantah Isu Defisit

Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN), Arief Setiawan Handoko, membantah keras narasi yang menyebutkan Indonesia mengalami defisit gas. Justru sebaliknya, Arief menegaskan bahwa pasokan gas di dalam negeri saat ini berada dalam kondisi surplus.

Arief menjelaskan bahwa produksi minyak dan gas (migas) nasional saat ini mencapai 6.600 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dari jumlah tersebut, sekitar 3.300 mmscfd dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Data ini, menurut Arief, secara jelas menunjukkan bahwa pasokan migas di Indonesia lebih dari cukup.

Pasokan Gas Nasional Surplus, PGN Bantah Isu Defisit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Artinya, suplai kita sebenarnya berlebih. Namun, terdapat ketidaksesuaian (mismatch) antara lokasi produksi dengan permintaan, serta perbedaan waktu. Dulu, saat membangun pabrik LNG, pasokan gas pipa berlebih, sehingga permintaan juga tinggi. Jadi, masalahnya adalah ketidaksesuaian lokasi produksi dengan permintaan dan waktu," ungkap Arief kepada awak media di Amanaia Satrio, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, Arief menyatakan bahwa PGN terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) dari produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gas nasional. Ia menekankan bahwa impor bukanlah satu-satunya solusi untuk memenuhi kebutuhan gas industri.

"Saya berharap apa yang kita miliki dapat kita manfaatkan di dalam negeri. Saya tidak ingin selalu bergantung pada izin impor, karena hal itu akan bertentangan dengan kebijakan Kementerian ESDM," tegasnya.

PGN sendiri memiliki sejumlah fasilitas gas yang berpotensi untuk dihubungkan ke infrastruktur yang ada, seperti di blok Andaman, BP Tangguh, Agung 1-2, North Bali, hingga Masela. Namun, Arief mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kontrak yang terjalin untuk menghubungkan gas dari wilayah-wilayah tersebut ke sektor industri.

"Kami sudah meminta Letter of Acceptance (LOA) dari mereka untuk mendapatkan LNG. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas pipa yang masih kurang," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1