Menkeu Purbaya Kucurkan Dana Segar Rp 100 Triliun ke Perbankan Jelang Lebaran

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah antisipatif dengan menyuntikkan dana sebesar Rp 100 triliun ke sektor perbankan, tepat seminggu sebelum Hari Raya

Agus sujarwo

Menkeu Purbaya Kucurkan Dana Segar Rp 100 Triliun ke Perbankan Jelang Lebaran

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah antisipatif dengan menyuntikkan dana sebesar Rp 100 triliun ke sektor perbankan, tepat seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi masalah likuiditas yang terdeteksi di pasar keuangan.

Purbaya mengungkapkan kekhawatirannya setelah melihat adanya kenaikan pada imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). "Kenaikan bond yield sedikit saja sudah menjadi perhatian saya. Jika kenaikannya signifikan, ini mengindikasikan adanya potensi kekeringan likuiditas di bank," ujarnya kepada awak media di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Menkeu Purbaya Kucurkan Dana Segar Rp 100 Triliun ke Perbankan Jelang Lebaran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menindaklanjuti indikasi tersebut, Purbaya segera melakukan pengecekan dan menemukan bahwa beberapa bank memang mengalami kekurangan likuiditas. "Saya langsung memutuskan untuk menambah suntikan dana ke sistem perbankan. Seminggu sebelum Lebaran, Rp 100 triliun saya masukkan ke sistem perekonomian," jelasnya.

Menurut laporan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, pemerintah masih memiliki dana cukup besar yang tersimpan di Bank Indonesia (BI), mencapai Rp 400 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 100 triliun dialokasikan untuk disalurkan ke perbankan, termasuk Bank Jakarta yang menerima Rp 2 triliun.

"Dana Rp 100 triliun ini adalah penempatan dana baru. Saya sebenarnya ingin melakukannya secara diam-diam, tapi akhirnya terungkap juga," kata Purbaya.

Mengenai penyaluran dana tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa penempatannya dilakukan secara fleksibel. Ketika ditanya mengapa bank swasta belum menerima bagian dari dana ini, Purbaya menjawab dengan jujur bahwa ia lebih berhati-hati dalam menempatkan uang negara di bank swasta untuk menghindari potensi risiko hukum di kemudian hari.

"Bank swasta belum kebagian. Saya khawatir jika menempatkan dana di bank swasta, uangnya bisa ‘kabur’. Kita fokus dulu pada bank yang lebih mudah dikendalikan. Jika ada bank swasta yang memenuhi syarat, kita akan mempertimbangkannya. Saya tidak mau berakhir di penjara," ungkapnya.

Purbaya menambahkan bahwa penyaluran dana ini tidak secara khusus ditujukan untuk sektor riil, melainkan untuk pembelian instrumen SBN. Menurutnya, dalam situasi saat ini, perbankan cenderung menyalurkan dana ke instrumen yang memiliki risiko rendah.

"Jika ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, harus ada pembeli. Dengan menempatkan uang di bank, mereka akan mencari instrumen yang paling aman, seperti SBN. Pembelian SBN ini akan menekan yield ke bawah," pungkas Purbaya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1